Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Mohammad Saifuddin, mengkritisi tragedi meninggalnya seorang pengamen yang lompat ke Kali Jagir saat menghindari patroli Satpol PP. Menurut dia, keberadaan anak jalanan dan pengamen adalah hal yang tidak bisa dihapus begitu saja di kota besar.
“Adanya anjal atau anak jalanan, kemudian pengamen dan sebagainya itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihapus di kota-kota metropolis,” kata Saifuddin, Selasa (26/5/2025).
Politisi Demokrat ini menjelaskan, Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta wajar memiliki dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena itu, pemerintah kota harus memahami fenomena tersebut secara lebih bijak.
“Apalagi Surabaya ini adalah ibukotanya Provinsi Jawa Timur dan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Untuk itu adanya anjal, pengemis, terus kemudian pengamen dan sebagainya itu, itu merupakan sebuah keniscayaan yang kemudian tidak bisa dipungkiri,” ujar dia.
Namun, Saifuddin menegaskan Satpol PP tidak boleh melakukan penertiban dengan cara keras. Dia meminta pendekatan yang humanis agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Satpol-PP itu tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang represif. Harus mendahului tindakan-tindakan yang persuasif dan humanis, karena rakyat itu harus diayomi dan dibina,” tegasnya.
Saifuddin memastikan DPRD akan meminta Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, aturan daerah tetap harus ditegakkan tetapi dengan cara yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Ke depan kami akan mengevaluasi kepada pihak Pemkot Surabaya dalam hal ini Satpol PP. Cara-cara untuk menegakkan Perda itu harus dengan cara-cara persuasif humanis sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Dia berharap peristiwa tragis ini tidak terulang kembali di masa mendatang. Bagi Saifuddin, pengamen maupun anak jalanan tetap warga yang harus diperlakukan sebagai bagian dari bangsa.
“Ke depan tidak boleh ada lagi kejadian seperti ini, karena siapapun itu mereka adalah warga yang harus diayomi. Mereka adalah anak bangsa yang harus kita dampingi, kalau ada yang kurang baik maka kita perbaiki,” pungkasnya. [asg/ian]






