Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, A Hermas Thony mengatakan banjir yang melanda Surabaya baru-baru ini menjadi pengingat bahwa semua pihak harus bergerak bersama untuk menanggulanginya. Menurut dia, untuk mengatasi persoalan banjir di Surabaya memerlukan sinergi dan partisipasi aktif masyarakat dengan pemkot. Sehingga tidak hanya menyalahkan pemerintah saja.
“Banjir di Surabaya tidak bisa ditangani Pemkot semata. Diperlukan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tegas Thony, Kamis (18/4/2024).
Thony menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi banjir adalah memastikan kelancaran saluran air. “Harus ada upaya kolektif dari masyarakat untuk menjaga saluran di lingkungan masing-masing agar tidak tersumbat sampah,” ujarnya.
Ia pun mencontohkan, jika saluran air di satu kampung saja tersumbat, maka genangan air akan terjadi di seluruh wilayah tersebut. “Kunci agar tidak ada genangan adalah saluran air lancar hingga ke laut,” jelas Thony.
Lebih lanjut, Thony menjelaskan bahwa analisisnya menunjukkan bahwa banjir di Surabaya bukan disebabkan oleh faktor alam, melainkan karena saluran air yang tersumbat sampah. “Hampir 60% banjir di Surabaya disebabkan oleh sampah yang menyumbat saluran air,” ungkap Thony.
“Masyarakat seringkali tidak sadar akan kesalahan mereka dan cenderung menyalahkan pemerintah,” imbuhnya.
Ia pun mengingatkan bahwa saluran air di Surabaya telah ada sejak zaman Belanda dan terus dipelihara oleh Pemkot Surabaya.
Oleh karena itu, Thony mendorong Pemkot untuk menerjunkan Satgas Sampah dan Satpol PP untuk mengawasi perilaku buang sampah sembarangan di masyarakat.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan harus terus ditingkatkan,” pungkasnya.[ADV/asg]






