Jember (beritajatim.com) – Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengkritik kondisi musala Wisma Daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kota Surabaya. Kondisinya dianggap kurang layak.
“Saya beberapa bulan lalu saat mau berangkat umrah sempat menginap di sana. Tidak gratisan lho. Saya bayar sesuai dengan harga di sana. Tempat salatnya tidak layak sama sekali. Masa tempat salat kumpul dengan blower AC,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember Hasan Basuki, saat rapat dengan Bagian Umum Pemkab Jember, Rabu (28/12/2022).
“Ini sudah tempatnya kecil, sempit, masih panas karena kumpul dengan blower AC. Mbok ya dianggarkan, kalau tidak ada dalam APBD 2023 ya di Perubahan APBD 2023. Jangan sampai seperti itu (kondisinya), karena yang menginap di sana rata-rata keluarga, dan wisma daerah ini berpotensi sekali (mendatangkan pendapatan asli daerah),” kata Hasan.
Hasan juga berharap sarana dan prasarana di wisma daerah diperhatikan. “Televisinya tidak ada, tapi kabelnya pating seliweran (terjuntai ke mana-mana, red). Kan tidak nyaman dilihat. Yang menginap di sana kan diharapkan kelas menengah atas yang agak mahal sedikit mau. Tapi kalau tempatnya seperti itu, sudah TV-nya tidak ada, kabel pating seliwer, mbok ya yang mengurusi wisma daerah diingatkan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Hasan mengingatkan, modal Jember yang ditanam untuk wisma daerah di Surabaya cukup besar. “Nilainya sudah puluhan miliar rupiah kalau dihitung. Tapi pendapatannya (untuk daerah) segitu. Tapi ya bagaimana mau menarik mahal kalau tempatnya kurang pas. Ini potensi pendapatan, karena pemerintah daerah butuh uang,” katanya.
Sementara itu, menurut Hasan, aset pemerintah daerah lainnya yaitu Balai Serba Guna (BSG) sulit bersaing dengan hotel untuk lokasi penyelenggaraan kegiatan massal pribadi, seperti pesta pernikahan. “Susah kalau dibidik untuk kegiatan seperti itu. Tidak tahu lagi kalau untuk pameran,” katanya.
Hasan juga meminta agar Pemkab Jember membangun asrama mahasiswa khusus putri di Yogyakarta. “Kasihan teman-teman yang kuliah di sana dari keluarga tidak mampu. Tolong dianggarkan pada tahun mendatang,” katanya. [wir/beq]






