Ngawi (beritajatim.com) – Siti Mukiyarti, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur turut datang langsung ke Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla di Desa Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur, Senin (2/10/2023).
Dirinya turut berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Jatim Gathot Soebroto, serta Komandan Satgas Penanganan Karhutla Gunung Lawu Letkol Arm Didik Kurniawan, serta Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono.
Pun, dari hasil koordinasi, helikopter untuk melakukan water bombing di lokasi yang terbakar tepatnya api yang sudah berada di kawasan Magetan dan kawasan Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi pada Selasa (3/10/2023).
Baca Juga: Cegah Bentrok Antarperguruan Silat dan Balap Liar, FEB Universitas Jember Hidupkan Wisata Kanal
“Gerakan dan tindakan dari pemerintah harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Semoga besok water bombing segera datang dan bisa segera dipadamkan,” kata Muki, sapaan akrab Siti Mukiyarti, Senin (2/10/2023)
Dia tak memungkiri jika pada bencana apapun pasti datang tiba-tiba. Namun begitu dirinya mendorong Pemprov Jatim agar selalu menhedepankan antisipasi.
“Kami selaku mitra. Pengambil kebijakan langsung BPBD Jatim, dengan pemerintah setempat semua leading sektor sudah membangun koordinasi. Harapannya karhutla ini segera bisa diatasi,” pungkas Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gathot Soebroto memastikan helicopter untuk melakukan water bombing datang pada besok (3/10/2023) pukul 09.00 WIB.
Helikopter yang digunakan untuk penanganan karhutla Gunung Arjuno itu sebelumnya diperkirakan datang pada Senin (2/10/2023), namun sementara baru helikopter yang menyurvei lokasi untuk upaya pemadaman dengan pengeboman air itu.
Baca Juga: Atlet 20 Negara Akan Tanding di Ajang ITF Widjojo, Pangdam: Ini Penting
“Hari ini tadi sudah disurvei, tempat mendaratnya di mana, tempat ambil airnya di mana. Yang jelas tempat ambil airnya tidak berubah, yakni di Telaga Sarangan, Magetan. Kemudian, langsung dilakukan pengeboman air di lokasi yang terbakar,” kata Gathot saat mendatangi Posko Satgas Penanganan Karhutla di Desa Ngrayudan, Jogorogo, Ngawi, Senin (2/10/2023)
Gathot mengatakan, helikopter yang digunakan merupakan helikopter kecil dan berkapasitas tandon 1.000 liter air. Jika cuaca dan kondisi mendukung maka bisa sampai 50 kali penerbangan.
Terpisah, Ketua Satgas Penanganan Karhutla Letkol Arm Didik Kurniawan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pantauan udara bersama Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono serta Direskrimsus Polda Jawa Timur pada Senin (2/10/2023).
Baca Juga: Pemkot Kediri Gelar Upacara Bendera Hari Kesaktian Pancasila
“Kami bersama pemda Kapolres, pantauan udara masih ada dua titik api besar arah Kendal dan wilayah Sine, itu yang difokuskan operasi water bombing. Jika tidak ada kendala besok dikerjakan,” kata pria yang menjabat sebagai Komandan Kodim 0805 Ngawi itu.
Menurutnya, secara teknis, water bombing bisa membuat upaya pemadaman lebih cepat dan efektif. Pun, pengadaan water bombing itu sesuai tanggap darurat 14 hari. Bisa lebih panjang atau pendek.
“Water bombing bisa seminggu atau dua minggu. Nanti akan kami sesuaikan asesemen di lapangan,” katanya. [fiq/ian]






