Gresik (beritajatim.com) – Kalangan DPRD Gresik dari Komisi III meminta sosialisasi pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, terus digencarkan. Langkah ini diambil supaya tidak ada salah persepsi dari masyarakat yang khawatir proyek tersebut menimbulkan dampak lingkungan.
Anggaran pembangunan TPST tersebut, sudah disiapkan supaya keberadaan pengelolaan sampah di wilayah Gresik Utara bisa teratasi dan siap beroperasi.
Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menuturkan, bila sosialisasi tidak digencarkan, masyarakat awam yang kurang tahu bisa menjadi khawatir dengan adanya keberadaan TPST ini.
“Beberapa keluhan yang masuk dari warga setempat. Mengkhawatirkan pencemaran lingkungan akibat aktifitas pembuang sampah. Padahal, tujuan awalnya tidak demikian,” tuturnya, Selasa (14/5/2024).
Hamdi menilai, minimnya sosialisasi terhadap masyarakat menjadi salah satu penyebab. Sehingga, diperlukan adanya Focus Discussion Group (FGD) yang melibatkan tokoh, masyarakat, dan dinas terkait untuk menyamakan persepsi.
“Kalau sudah beroperasi, TPST tersebut mampu menyulap sampah menjadi barang bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Sementara Ketua Komisi III Sulisno Ibarsyah mengatakan, nantinya keberadaan TPST Sidomukti itu bisa menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Sehingga, bisa memberi retribusi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Sudah ada pihak ketiga yang siap membeli produk olahan sampah. Pemerintah daerah diharapkan mampu menangkap peluang tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, proyek TPST tersebut dinilai mampu mengelola sampah di wilayah Gresik Utara dan kepulauan Bawean. Pengerjaan diperkirakan memakan waktu satu tahun lebih.
“Kami berkomitmen untuk mendukung pembangunan TPST segera dimulai. Salah satunya dengan menambah alokasi anggaran. Segera diusulkan penambahan anggaran dalam evaluasi APBD-Perubahan,” imbuhnya. [dny/but]






