Bangkalan (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Bangkalan mengakui masih banyak jalan rusak. Padahal, anggaran perawatan jalan telah mengalami pemangkasan.
Anggaran perbaikan jalan senilai Rp17 miliar yang semula disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dipangkas sebesar Rp6,5 miliar. Akibatnya, dana tersebut kini menyusut menjadi Rp10,5 miliar.
Wakil Ketua Komisi C DPRD setempat Suyitno mengatakan, anggaran yang dipotong tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Menurut Yitno, pemotongan itu disebabkan adanya kebijakan baru terkait alokasi anggaran yang difokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan. Dampaknya, terdapat perubahan anggaran dan menyebabkan dana perbaikan jalan dipangkas.
Baca Juga:
Mensos Sambangi Remaja Bangkalan Rawat Tiga Adik dan Ibu ODGJ
“Alokasi APBD diperuntukkan kesehatan dan pendidikan 20 persen, sehingga ada perubahan anggaran,” ucapnya, Selasa (21/3/2023).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan ini memaparkan, dengan sisa anggaran Rp10,5 miliar dinilai belum cukup untuk menutupi kerusakan jalan di Kota Dzikir dan Sholawat. Sebab, banyak jalan kota butuh sentuhan dana dari pemerintah.
“Seperti di Kecamatan Kwanyar, Konang hingga Kokop masih ada jalan yang rusak parah. Anggaran itu masih belum cukup,” ujarnya.
Baca Juga:
Bapak Masuk Bui, Remaja Bangkalan Rawat 3 Adik dan Ibu ODGJ
Oleh sebab itu, pihaknya berharap kepada Pemkab, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat, agar lebih memprioritaskan jalan rusak parah.
“Ini demi menjaga keselamatan pengendara dan kelancaran arus lalu lintas warga, sehingga lebih selektif melakukan perbaikan jalan,” pungkasnya. [sar/beq]






