Surabaya (beritajatim.com) – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) lakukan kunjungan kerja reses ke kantor PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) di Surabaya.
Agenda strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hadir dalam kunjungan tersebut jajaran manajemen PTPN Group, termasuk PTPN III Holding, PT SGN, PTPN IV PalmCo, dan PTPN I SupportingCo, menunjukkan sinergi antar subholding dalam mencapai tujuan bersama.
Rapat kerja yang dibuka oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan anggaran dan investasi negara di sektor-sektor strategis.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Ekosistem BUMN adalah mitra strategis negara dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Eko.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, memaparkan kemajuan signifikan yang dicapai melalui transformasi besar PTPN Group, yang meliputi integrasi struktur menjadi holding dan tiga subholding sesuai dengan Permenko No. 21 Tahun 2022 dan Perpres No. 40 Tahun 2023.
“Tahun 2024, PTPN Group berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 3,26 triliun, dengan komoditas utama seperti sawit dan tebu menjadi penyumbang keuntungan terbesar,” ungkap Ghani.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah komitmen PTPN dalam mendukung program Swasembada Gula Konsumsi 2027. PT SGN saat ini mengelola empat dari sepuluh pabrik gula dengan rendemen tertinggi di Indonesia, yaitu PG Modjopanggoong, PG Pradjekan, PG Ngadiredjo, dan PG Wonolangan.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menyampaikan target produksi gula tahun 2025 yang mencapai 1,01 juta ton dengan produktivitas tebu rata-rata 73,24 ton per hektar. Untuk mencapai target ambisius ini, SGN menjalankan berbagai program strategis, mulai dari percepatan bongkar ratoon, penataan organisasi petani tebu, digitalisasi ekosistem tebu rakyat, hingga pelepasan varietas unggul baru.
Langkah inovatif SGN juga terlihat dalam peluncuran program inkubasi “Agripreneur Tebu”, yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani dan melakukan regenerasi pelaku usaha di sektor tebu.
“SGN juga melakukan kolaborasi salah satunya dengan pihak Perhutani melalui program Agroforestry untuk penambahan luas areal tanam tebu,” tambah Mahmudi.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, memberikan apresiasi atas capaian dan transformasi yang telah dilakukan oleh PTPN Group. Beliau menekankan pentingnya kesinambungan inovasi dalam pengembangan industri berbasis komoditas perkebunan, terutama untuk menunjang sektor energi baru terbarukan.
“Kami mendukung penuh langkah PTPN dalam mengembangkan bioetanol dari tebu serta diversifikasi produk sawit menjadi biogas, bioenergy, biodiesel, hingga sustainable aviation fuel (SAF). Ini adalah masa depan industri hijau yang harus kita bangun bersama,” tegas Anggia.
Seluruh arah kebijakan strategis ini telah tertuang dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) 2025–2029, yang berfokus pada digital sustainability and growth. Komisi VI DPR RI berharap upaya ini dapat mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional, khususnya swasembada gula, dan secara bertahap menghentikan ketergantungan pada impor.
Di akhir kunjungan, Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini perusahaan, baik internal maupun eksternal, demi menciptakan tata kelola yang akuntabel dan mampu bersaing di kancah global.[rea]






