Jakarta (beritajatim.com) – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, Meitri Citra Wardani, mendorong percepatan pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai respons atas data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 yang menyebut lebih dari 30 persen desa di Mojokerto masih mengalami kekurangan penerangan di fasilitas umum (fasum).
“Selama kami turun ke daerah pemilihan, khususnya di Mojokerto, aspirasi masyarakat terkait kebutuhan elektrifikasi untuk fasilitas umum di perdesaan, semisal musala dan penerangan jalan umum sangat kuat,” ujar Meitri.
Minimnya infrastruktur penerangan di desa berdampak serius, mulai dari terganggunya keselamatan lalu lintas, terbatasnya aktivitas ekonomi di malam hari, hingga meningkatnya potensi gangguan keamanan dan kriminalitas.
Meitri mengapresiasi langkah pemerintah melalui Program Listrik Desa (LISDES) 2025–2029 yang menargetkan seluruh desa mendapatkan akses listrik. Namun, ia menekankan agar elektrifikasi tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga fasum vital seperti musala, masjid, jalan raya, dan pos siskamling.
Sebagai solusi berkelanjutan, Meitri mengusulkan pemanfaatan energi terbarukan melalui PJUTS yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan. “Selain itu, Mojokerto juga memiliki potensi energi surya yang sangat baik, dengan rata-rata intensitas radiasi harian di atas 4,5 kWh per meter persegi berdasarkan kajian Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2024,” jelasnya.
Menurutnya, PJUTS memiliki keunggulan signifikan, seperti kemampuan beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik utama, biaya operasional rendah, umur pakai panjang hingga 10–15 tahun, serta mendukung target nasional menuju Net Zero Emissions pada 2060.
“Penerangan jalan berbasis tenaga surya ini akan berdampak luas, mulai dari meningkatkan keselamatan, memperluas kegiatan ekonomi malam hari, mengurangi emisi karbon, hingga menekan tingkat kriminalitas,” tegas Meitri. [hen/beq]






