Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jawa Timur Asosiasi Advokat Indonesia Officium Nobile (AAI ON) dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat. Pelantikan dilakukan di Victoria Ball Room, Gedung Srijaya Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya.
Organisasi AAI ini sempat mati suri selama tujuh tahun. Seiring bergeliatnya berbagai organisasi advokat yang ada di Indonesia, AAI turur bangit kembali.
“Kami berusaha untuk menyatukan kembali anggota yang selama ini bergabung di organisasi lain. Dan kita bertekad untuk membangun untuk organisasi advokat yang mandiri yang bermartabat,” ujar Ketua Umum DPP AAI NO, Dr. Palmer Situmorang, SH, MH, Jumat (20/8/2022).
Menurut Palmer, saat ini pihaknya telah menyusun beberapa program. Salah satunya adalah data base anggota yang selama ini dianggap amburadul.
“Selama ini memang tidak ada datanya, karena itu sekarang sudah kita buatkan program data basenya secara online, baik untuk anggota tetap ataupun calon anggota yang akan mendaftar,” ujarnya.
Untuk pendidikan profesi advokat, kata Palmer, pihaknya telah bekerjasama dengan salah satu Universitas Negeri di Bandung.
“Kita sudah siap menyelenggarakan PKPA di Universitas Padjadjaran. Nanti akan kita selenggarakan secara online,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sengketa”]
Untuk membuktikan organisasinya kembali bangkit, DPP AAI NO akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Surabaya pada 16-18 September 2022 mendatang.
“Panitianya dari Jawa Timur,” ujarnya.
Saat ditanya banyakan organisasi advokat yang bermunculan termasuk adanya single bar, Palmer menyebut hal itu merupakan dinamakan organisasi.
“AAI ini juga bagian dari pendiri Peradi, namun belakangan justru pecah. itupun juga terjadi di organisasi lain. Karena kita ini juga bagian dari pencetus UU Advokat, maka kami akan bangkitkan kembali AAI,” pungkasnya dengan menyebut saat ini pihaknya memiliki anggota lebih dari 1000 advokat yang tersebar di Nusantara. [uci/but]






