Malang (beritajatim.com) – Tim Dosen Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan pendampingan penyusunan dan self curation bahan bacaan anak bertema perubahan iklim. Pendampingan diberikan kepada komunitas anak bernama Saung Kanak di kota Malang.
Tim dosen Unisma terdiri atas Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., Dr. Sunismi, M.Pd., dan Dr. Sri Wahyuni, M.Pd. Ketua tim pengabdian, Ari Ambarwati menjelaskan bahwa program ini mendapat pendanaan dari DRTPM Kemendikbudristek.
“Kegiatannya berlangsung dari bulan Juli 2024 sampai Agustus 2024. Terdapat 4 pertemuan dalam pendampingan ini. Pada 26 Juli 2024 kami mengadakan pelatihan penambangan data (data mining) referensi bertema perubahan iklim,” ucap Ambar saat sambutan, Jumat (26/7/2024), di perpustakaan kota Malang lantai 3.
Selanjutnya, pendampingan kedua dilakukan dengan sharing session narasi mandiri buku bacaan anak bertema perubahan iklim. Ada jug, workshop penulisan buku bacaan Anak Bertema Perubahan iklim. Terakhir, pelatihan penggunaan alat bantu perekaman Audio Book Bertema Perubahan iklim.
Ambar menyebut hasil dari pelatihan ini untuk menuliskan cerita anak dan remaja bertema perubahan iklim. Peserta nanti diminta menulis tentang perubahan iklim untuk bacaan jenjang SD hingga SMP.
Pengabdian ini menggandeng dengan Saung Kanak dan Dispussipda ini mendapat tanggapan baik. Hal itu disampaikan oleh Subkoordinator Preservasi Disperpusip Kota Malang Nesyi Prima Dewi.
Nesyi, memberi selamat dan menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kemendikbudristek pada peneliti di Unisma untuk mengembangkan bacaan anak bertema perubahan iklim. Menurutnya, hal itu bagus untuk dikembangkan.
“Apalagi mengingat, melihat, dan mengamati perubahan iklim sekarang luar biasa. ta Dengan adanya hibah ini, dimulai bapak ibu penulis agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan perubahan iklim, nantinya terhadap anak-anak yang membaca,” ujar Nesyi.
Pihaknya berharap luaran pengabdian ini dapat menghasilkan buku untuk pembelajaran dari tingkat SD sampai SMP. “Semoga dimulai dari forum kecil ini membawa perubahan di kota Malang dan masyarakat luas,” tutupnya.
Pemateri pada pendampingan pertama, Dr. Sunismi, M.Pd., dan Dr. Sri Wahyuni menyampaikan materi yang begitu menarik. Sri Wahyuni menyampaikan materi tentang penambangan dan pengelolaan sumber melalui mendeley. Sementara itu, Sunismi menyampaikan materi tentang Publish or Perish (PoP) yang merupakan platform untuk mengelola referensi dari berbagai sumber. (dan/ian)






