Malang (beritajatim.com) – Tim dosen UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) mengajari kelompok PKK Kendalsari, Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, membuat lilin aromaterapi dari bahan minyak jelantah. Tim ini diketuai oleh Fithri Mufriantie, M.P.
Fenty, sapaan akrab Fithri Mufriantie, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah berlangsung sejak akhir tahun 2023 sampai Februari ini. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada para ibu-ibu terkait potensi positif dari limbah minyak jelantah.
“Minyak jelantah selama ini dianggap limbah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis. Masyarakat desa sebenarnya sudah terbiasa mengumpulkan minyak jelantah dan menjualnya. Namun, belum tahu cara mengolah limbah tersebut sehingga menjadi produk bernilai,” ungkap dosen UMM tersebut, Jumat (9/2/2024).
Pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan teknis, melainkan juga mendukung konsep zero waste dan ekonomi kreatif. Fenty bersama tim ingin memberi edukasi bahwa minyak jelantah bisa menjadi bahan dasar lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis.
“Pelatihan kami itu terdiri atas tiga tahap utama. Pertama, memberikan edukasi mengenai manfaat positif dari minyak jelantah dan potensinya sebagai bahan dasar lilin aromaterapi. Kedua, proses pembuatan lilin yang melibatkan penjernihan minyak jelantah, pemanasan, penambahan bahan dasar lilin, pewarna crayon, dan essential oil untuk memberi aroma menenangkan,” katanya.
“Untuk penjernihan kami memakai arang atau kulit pisang yang direndam dengan minyak jelantah selama satu malam. Sedangkan untuk menghilangkan aroma kurang sedap, kita dapat menggunakan serai,” lanjut Fenty.
Dari proses tersebut, tercipta lilin aromaterapi yang berkualitas. Timnya menyarankan agar minyak jelantah yang digunakan minimal telah dipakai dua hingga tiga kali proses memasak, sehingga penjernihan lebih mudah.

Pelatihan pada ibu-ibu PKK itu berhasil membuat lilin aromaterapi yang siap dipasarkan. Selanjutnya, Fenty dan tim berencana untuk melibatkan ibu PKK dalam program lanjutan berupa digital marketing. Dengan begitu, produk ini dapat dikenal oleh masyarakat luas.
“Inovasi pengabdian kami tidak hanya membuka peluang ekonomi baru bagi para ibu-ibu di PKK Kendalsari, tetapi juga memberi solusi positif terhadap masalah lingkungan. Caranya dengan menjadikan limbah minyak jelantah sebagai bahan yang bernilai dan berguna,” kata Fenty menutup. [dan/suf]






