Jember (beritajatim.com) – Tahun depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menjalani akreditasi internasional untuk Program Studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Program Studi Manajemen, dan Program Studi Akuntansi.
“Penerapan manajemen risiko kecurangan akan menjadi modal kami menghadapi akreditasi internasional tahun depan,” kata Dekan FEB Universitas Jember Isti Fada, sebagaimana dilansir Humas Unej, Senin (5/12/2022).
Sebagai awal, FEB Universitas menjalin perjanjian kerja sama dengan Association of Certefied Fraud Examiner (ACFE) Indonesian Chapter. ACFE adalah lembaga internasional yang memiliki kepedulian terhadap usaha pencegahan kecurangan di berbagai bidang, khususnya di bidang keuangan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
ACFE mengembangkan berbagai perangkat untuk mencegah kecurangan, salah satunya adalah dengan penerapan fraud risk management (FRM) atau manajemen risiko kecurangan. Sesuai dengan UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, maka kecurangan dimasukkan sebagai salah satu bentuk korupsi.
Berdasarkan penelitian ACFE, sebanyak 9,2 persen korupsi di Indonesia berbentuk kecurangan dalam pelaporan keuangan. “Oleh karena itu perlu penerapan manajemen risiko kecurangan mengidentifikasi, menilai dan mengelola risiko kecurangan dari semua sumber. Kemudian dilanjutkan dengan membangun budaya anti penipuan dan mempromosikan kesadaran kecurangan di sebuah lembaga atau organisasi,” kata Director of Research ACFE Indonesian Chapter, Tarjo.
Dengan kerjasama ini, dosen dan mahasiswa FEB Universitas Jember bisa mengikuti pendidikan penyelidik atau investigator anti kecurangan yang bersertifikat dari ACFE dan berlaku secara internasional. Isti Fada mengatakan, perjanjian ini memberikan modal bagi tekad FEB Unversitas Jember menuju Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Kerja sama ini juga membuka kesempatan dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi, melalui pendidikan dan sertifikasi sebagai penyelidik atau investigator anti kecurangan yang bersertifikat yang digelar oleh ACFE Indonesian Chapter.
“Ketiga, kerja sama ini sebagai perwujudan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Dosen dan mahasiswa bisa mengikuti berbagai program ACFE Indonesia Chapter diantaranya magang, seminar hingga menulis karya tulis ilmiah mengingat ACFE pun memiliki jurnal terakreditasi. Para praktisi dari ACFE Indonesia Chapter juga bisa mengajar di FEB Universitas Jember,” kata Isti. [wir/kun]






