Brunei Darussalam (beritajatim.com) – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar workshop eksklusif di Universiti Brunei Darussalam (UBD), Selasa (23/7/2025). Kegiatan ini mengusung teknik Self-Existential Discovery sebagai strategi peningkatan resiliensi diri bagi peneliti dan akademisi.
Workshop yang berlangsung di Senate Hall UBD dipandu oleh Dr. Devi Ratnasari, M.Pd. dengan model Master Class Training One-Time Workshop. Puluhan peserta dari kalangan dosen dan peneliti mengikuti sesi ini, yang tidak hanya memaparkan teori tetapi juga memberikan keterampilan praktis untuk mengelola stres dan tekanan akademik.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNESA, Muhamad Afifuddin Ghozali, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh pihak UBD dan mitra CDLearN.
“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Universiti Brunei Darussalam dan CDLearN dalam menyelenggarakan workshop ini. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, membantu mereka lebih tangguh menghadapi tantangan akademik maupun personal,” katanya.
Head of CDLearN, Akmal Nasri Kamal, menilai program ini memberi manfaat nyata bagi civitas akademika UBD.
“Workshop ini memberikan pengalaman berharga bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam mengembangkan ketahanan diri serta manajemen stres di lingkungan akademik. Selain itu, program ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara institusi di Indonesia dan Brunei, memungkinkan adanya dukungan timbal balik untuk menciptakan komunitas akademik yang sehat, adaptif, dan berdaya saing global,” katanya.
Pihak UBD sendiri menyambut positif inisiatif UNESA tersebut. Mereka menilai workshop ini berhasil memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kemampuan adaptasi dan manajemen stres peserta, sekaligus menyatakan komitmen untuk mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA serta mahasiswa S1 BK yang bertugas membantu pengumpulan data. Selain sebagai wadah pengembangan diri, workshop ini diharapkan memperkuat kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di dunia akademik dan menjadi model bagi kolaborasi internasional di masa depan. [fiq/beq]






