Bondowoso (beritajatim.com) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk keuangan dan perbankan syariah, Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, memfasilitasi kegiatan sosialisasi dan edukasi tabungan, kredit, serta perbankan syariah.
Acara yang digelar di Ballroom Hotel Ijen View pada Jumat (13/3/2026) sore ini bekerja sama dengan Bank Mandiri dan dihadiri oleh ribuan warga dari 219 desa di Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh masyarakat, terutama para penggerak dan relawan Nasim Khan Indonesia (NKI). Kehadiran ribuan peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sektor keuangan, khususnya dalam mengelola usaha dan memanfaatkan layanan perbankan modern.
Nasim Khan menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi perbankan. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai produk tabungan, kredit, dan sistem syariah sangat krusial, terutama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bondowoso.
“Kegiatan ini kita tujukan agar para pelaku UMKM di Bondowoso tidak hanya sekadar bisa meminjam modal, tetapi juga memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik, termasuk memanfaatkan layanan digital banking,” katanya.
Menurut legislator PKB ini, sosialisasi dari perbankan itu adalah bagian dari upaya bersama meningkatkan taraf perekonomian pengusaha mikro di daerah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri yang memberikan materi seputar produk perbankan berbasis syariah, kemudahan akses kredit bagi UMKM, serta tata cara penggunaan layanan digital agar transaksi keuangan para pengusaha menjadi lebih efisien dan aman.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah. Tampak hadir Sekretaris DPC PKB sekaligus Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, Tohari; Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, Slamet Yantoko; serta Plt Asisten II Pemkab Bondowoso Nunung Setyaningsih.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong inklusi keuangan di masyarakat.
“Diharapkan, melalui edukasi yang berkelanjutan, para pelaku UMKM di Bondowoso dapat naik kelas dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya. (awi/ian)






