Ringkasan Berita
- DLHKP Kota Kediri melakukan pemeriksaan terhadap 88 armada operasional roda dua, roda tiga, dan roda empat.
- Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kendaraan serta kelengkapan administrasi dan pajak kendaraan.
- Sebagian besar armada dinyatakan dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk pelayanan masyarakat.
- DLHKP memilih mengoptimalkan armada yang ada melalui perawatan rutin dibanding menambah kendaraan baru.
Kediri (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 88 unit armada operasional yang digunakan dalam mendukung pelayanan kebersihan dan persampahan. Pemeriksaan dilakukan di Lapangan Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jumat (12/6/2026), guna memastikan seluruh kendaraan berada dalam kondisi prima dan siap melayani masyarakat.
Pemeriksaan tersebut mencakup kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat yang selama ini digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional di lapangan.
Pemeriksaan Meliputi Kondisi Kendaraan dan Administrasi
Kepala DLHKP Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik armada, tetapi juga aspek administrasi kendaraan.
Pihaknya memastikan seluruh kendaraan operasional memiliki kelengkapan dokumen yang sesuai, termasuk kepatuhan pembayaran pajak kendaraan.
“Hari ini kami melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan operasional, baik roda dua, roda tiga maupun roda empat. Yang kami cek tidak hanya kondisi fisik kendaraan, tetapi juga administrasinya,” ujarnya.
Mayoritas Armada Siap Beroperasi
Dari hasil pemeriksaan terhadap 88 unit armada, sebagian besar kendaraan dinyatakan dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk menunjang pelayanan kebersihan serta pengangkutan sampah di Kota Kediri.
Meski demikian, terdapat beberapa armada yang membutuhkan perbaikan sehingga menjadi catatan bagi DLHKP untuk segera ditindaklanjuti.
“Secara keseluruhan armada dalam kondisi baik. Namun tadi juga terdapat armada yang memang memerlukan perbaikan. Itu menjadi catatan bagi kami untuk segera ditindaklanjuti,” terangnya.
Kondisi armada yang optimal dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
Prioritaskan Optimalisasi Armada yang Ada
Menurut Indun, DLHKP saat ini lebih memprioritaskan optimalisasi armada yang telah dimiliki dibanding melakukan pengadaan kendaraan baru.
Kebijakan tersebut dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi anggaran maupun kebutuhan sumber daya manusia.
Penambahan armada baru tidak hanya membutuhkan biaya pengadaan kendaraan, tetapi juga berdampak pada kebutuhan tambahan personel dan biaya operasional harian.
“Kami mengoptimalkan kendaraan yang ada terlebih dahulu. Jika ada yang rusak akan segera diperbaiki. Saya lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas,” jelasnya.
Perawatan Rutin untuk Perpanjang Usia Armada
Selain pemeriksaan berkala, DLHKP juga menerapkan prosedur perawatan rutin guna menjaga usia pakai kendaraan operasional.
Seluruh pengemudi armada diwajibkan membersihkan kendaraan setelah selesai melakukan aktivitas pengangkutan sampah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh cairan lindi atau rembesan sampah organik yang bersifat korosif terhadap komponen kendaraan.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh sopir bahwa setelah melakukan pengangkutan sampah harus dilakukan pencucian kendaraan,” ungkap Indun.
DLHKP telah menyediakan area khusus pencucian armada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar proses perawatan dapat dilakukan secara rutin dan terstandar.
Dukung Terwujudnya Kota Kediri yang Bersih dan Nyaman
Melalui pemeriksaan serta perawatan armada secara berkala, DLHKP Kota Kediri berharap seluruh kendaraan operasional dapat terus bekerja secara optimal dalam mendukung pelayanan persampahan dan kebersihan lingkungan.
Kondisi armada yang prima diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja petugas lapangan sekaligus mendukung terwujudnya Kota Kediri yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Kediri juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif, efisien, serta berkelanjutan. [nm/aje]






