Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro hari ini menuju ke lokasi semburan air sumur bor milik Sarimin (60) warga Dusun Sanggar RT 22 RW 07 Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, Jumat (27/8/2021).
“Semburan air itu perlu dikaji. Sekarang tim dari DLH sudah menuju ke lokasi untuk mengambil sampel air dan melakukan observasi di lapangan,” ujar Kasi Pengaduan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro Insiyah.
Sementara diketahui, munculnya semburan air di sumur bor yang rencananya akan dipakai untuk sumber air bersih itu setelah pada Sabtu 21 Agustus 2021 pemilik sumur mengebor tanah untuk mencari sumber air bersih. Pengeboran dilakukan oleh tujuh orang dengan kedalaman sekitar 60 meter.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-bojonegoro”]
Setelah selesai pengeboran tidak terjadi sesuatu yang aneh. Hingga kemarin malam, sekitar pukul 18.00 WIB Bu Rumini mengetahui air menyembur dari paralon bekas pengeboran sumur. Air menyembur dengan ketinggian kurang lebih 20 meter dan menyebabkan tanah di sekitar lokasi becek. Semburan air itu menurut warga tidak berbau, namun rasanya asin.
Menurut Seksi Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Bojonegoro Agus Purnomo, agar tidak membahayakan di lokasi dipasang garis police line. “Selain itu di lokasi semburan air ditutup buis beton agar tidak terjadi semburan air dan air dialirkan ke sungai agar tidak terjadi genangan,” pungkasnya. [lus/kun]






