Surabaya (beritajatim.com) – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur (Jatim) melaporkan kondisi perkembangan realisasi APBN Regional per 31 Juli 2023.
Taukhid, Kepala Kanwil DJPb Jatim mengatakan bahwa kinerja pendapatan negara mengalami kontraksi. Realisasinya sebesar 10,06 persen (yoy), dan secara nominal terkontraksi 3,21 persen (yoy).
Sementara belanja negara, kata Taukhid mengalami pertumbuhan yang positif, dengan persentase realisasi tumbuh 10,66 persen (yoy), dan secara nominal tumbuh positif 6,28 persen (yoy).
Baca Juga: Hananta Wiratama, Mulai Modal Rp500 Ribu, Sukses Gaet Ribuan Pelanggan
Terkait realisasi APBN Regional, ia menyampaikan bahwa realisasi pendapatan negara hingga Juli 2023 mencapai Rp 140,52 triliun dari total target yang ditetapkan, yakni Rp 256,68 triliun.
“Penerimaan pajak mencapai Rp 62,97 triliun dari target Rp 101,91 triliun. Secara persentase terkontraksi 4,45 persen (yoy) didorong hampir seluruh jenis pajak seperti PPH, PPN, dan lainnya. Hanya PBB yang tumbuh positif,” papar Taukhid, Selasa (22/8/2023).
Sementara itu, penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 73,48 triliun dari target Rp 149,90 triliun. Secara persentase terkontraksi 15,22 persen (yoy). Itu lantaran adanya perlambatan penerimaan BK, BM, dan Cukai.
Baca Juga: Singgung Budiman Sudjatmiko? Megawati: Jelang Pemilu Mirip Orang Sedang Berdansa
“Sedangkan realisasi PNBP mencapai Rp 4,07 triliun. Tumbuh positif 15,17 persen (yoy), ditopang baik oleh penerimaan PNBP lainnya dan penerimaan BLU yang kembali tumbuh positif pada bulan ini,” ujarnya.
Taukhid juga mengungkapkan, bahwa hingga Juli 2023 lalu realisasi belanja negara mencapai Rp 69,41 triliun dari total pagu belanja negara yaitu sebesar Rp 123 triliun. Capaian Itu meliputi realisasi belanja K/L Rp 23,96 triliun, dan realisasi TKD Rp 45,45 triliun.
Lebih lanjut dijelaskan Taukhid bahwa untuk surplus regional Jatim mencapai Rp 71,11 triliun. Mengalami kontraksi 26,44 persen dibandingkan periode yang sama TAYL.
Baca Juga: Belajar di Medsos, Marketing Filter Olah Ganja jadi Liquid Vape
“Itu menunjukkan penurunan penerimaan negara di Jatim terhadap penerimaan negara secara nasional. Surplus yang tinggi, 53,20 persen dari target, mengindikasikan peningkatan aktifitas perekonomian Jawa Timur,” tandas Taukhid. [ipl/ian]






