Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Sekretaris PSSI Jawa Timur, Djoko Tetuko Abdul Latif, resmi kembali dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim. Penunjukan ini dilakukan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar di Kantor Asprov PSSI Jatim, Kompleks Ruko Jalan Ketampon 90, Surabaya.
Penunjukan Djoko dilakukan menyusul wafatnya Dyan Puspito Rini yang sebelumnya mengemban jabatan tersebut. PSSI Jatim telah melayangkan surat resmi kepada PSSI Pusat untuk menginformasikan keputusan ini.
“Ini untuk melanjutkan tugas keseketariatan terutama program wajib bagi PSSI, Asprov sebagai bagian dari pelaksana di daerah,” ujar Djoko, Jumat (25/4/2025).
Djoko bukanlah sosok baru di lingkungan Asprov PSSI Jatim. Ia pernah menduduki jabatan yang sama pada periode kepemimpinan Haruna Soemitro antara tahun 2009 hingga 2013. Bahkan, saat mendiang Dyan Puspito Rini sempat cuti mendampingi suami studi di Amerika Serikat, Djoko dipercaya sebagai Plt Sekretaris Asprov.
“Secara periode, seharusnya saya akan bertugas hingga 4 Juni nanti. Tapi ada kemungkinan diperpanjang karena PSSI Jatim masih harus menyiapkan gelaran Soeratin U-13, U-15 dan U-17,” ujarnya.
Djoko juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, Asprov PSSI Jatim akan menjadi tuan rumah untuk sosialisasi perubahan statuta PSSI yang kini memasuki tahap finalisasi. Sosialisasi ini akan dilakukan secara nasional dan dibagi dalam tiga zona.
“Hari ini, perubahan statute PSSI masuk dalam tahap finalisasi. Setelah selesai, akan disosialisasikan ke daerah yang dibagi menjadi tiga titik, yakni Medan untuk Indonesia bagian barat, Surabaya untuk Indonesia bagian tengah, dan Ambon untuk Indonesia bagian timur. Voter-voter yang ada di wilayah itu akan mendapatkan sosialisasi perubahan statute ini. PSSI Jatim akan menjadi tuan rumah yang di Surabaya,” jelas Djoko.
Djoko menyambut penunjukan ini dengan semangat dan komitmen untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan, terutama peninggalan almarhumah Dyan Puspito Rini.
“Saya anggap tugas ini sebagai ibadah. Karena itu, saya akan menjalani dengan senang hati, ikhlas dan amanah,” tutur mantan Tenaga Ahli atau Konsultan PPID Provinsi Jawa Timur ini.
“Saya hanya meneruskan program yang telah dijalankan dengan baik oleh Mbak Ririn (Dyan Puspito Rini). Insya Allah saya melakukan yang terbaik sampai periode kepengurusan yang dipimpin Pak (Ahmad) Riyadh ini menyelesaikan tugasnya dengan baik,” tambah Djoko. [way/beq]






