Bantul (beritajatim.com) – Dua kartu merah mewarnai duel pekan kesebelas Super League Indonesia antara PSIM Yogyakarta dan Persik Kediri. PSIM memenangkan laga ini dengan skor ketat 2-1. Duel ini berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul pada Jumat (31/10/2025) sore.
Babak Pertama
PSIM Yogyakarta langsung menekan sejak menit awal. Pada menit kedua, serangan cepat mereka hampir membuahkan hasil, tetapi peluang itu gagal dimaksimalkan setelah bola berhasil diamankan bek Persik. Dua menit kemudian, peluang kembali tercipta lewat situasi tendangan bebas, namun kemelut di depan gawang tidak mampu dimanfaatkan dengan baik.
Persik Kediri tak tinggal diam dan membalas lewat serangan balik cepat di menit kelima. Kesempatan emas sempat muncul, tetapi tembakan pemain depan mereka masih mengarah tepat ke pelukan kiper PSIM, Cahya Supriadi. Ketegangan sempat terjadi pada menit kedelapan saat Cahya melakukan tekel di luar kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit hanya memberi peringatan tanpa kartu.
Setelah insiden tersebut, Persik lebih mendominasi permainan. Mereka menciptakan peluang berbahaya dari tendangan bebas di menit ke-17, namun lagi-lagi Cahya tampil sigap mengamankan gawangnya. PSIM sempat mencoba membalas melalui skema bola mati, tetapi pertahanan solid Persik membuat upaya itu selalu kandas.
Hingga menit-menit akhir babak pertama, kedua tim terus saling bertukar serangan tanpa hasil berarti. PSIM beberapa kali menekan lewat situasi sepak pojok menjelang menit ke-44, tetapi tak satu pun peluang yang berbuah gol. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.
Babak Kedua
Begitu babak kedua dimulai, PSIM Yogyakarta langsung menunjukkan keinginan kuat untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-48, melalui aksi cepat yang dimulai dari bola liar hasil umpan silang Ezequiel Vidal, Nermin Haljeta melakukan penyelesaian matang setelah kiper Persik, Leonardo Navacchio, terlambat mengejar bola. PSIM unggul 1-0.
Persik tidak tinggal diam. Mereka terus mencoba membalas dan hampir berhasil melalui tendangan keras dari luar kotak penalti oleh Ezra Walian, namun bola hanya melayang tipis di atas mistar gawang.
Drama makin memuncak di menit ke-59. Bek Persik, Henhen Herdiana, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran di kotak penalti. PSIM mendapatkan penalti yang kemudian sukses dieksekusi oleh Ze Valente—menjadi gol kedua bagi tuan rumah.
Tak lama kemudian, Persik bangkit lewat serangan balik yang dibangun dengan baik, dan di menit ke-62 Ezra Walian memanfaatkan bola liar dari kesalahan bek PSIM untuk mencetak gol, sehingga skor menjadi 2-1.
Persik kemudian terus berupaya mengejar ketertinggalan, dengan beberapa peluang melalui pemain seperti Rifqi Ray yang melepas tendangan mendatar di menit ke-78 dan melancarkan umpan cut-back di menit ke-79 — namun belum berhasil menghasilkan gol.
Di menit ke-84, giliran PSIM yang kehilangan pemain karena Ezequiel Vidal mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan usai pelanggaran terhadap Khurshidbek Mukhtorov.
Tuan rumah tetap mempertahankan keunggulan dengan bantuan beberapa penyelamatan krusial Cahya di akhir laga. Skor 2-1 untuk keunggulan PSIM mengakhiri laga ini. [faw/suf]






