Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah rumah di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jumat (29/10/2021) malam ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang.
Rumah dihuni pasangan suami istri (pasutri), Sukarti Astutik (62) dan Widodo (61) ambruk di bagian atap rumah seni permanen tersebut karena dimakan usia.
Hujan deras disertai angin kencang membuat atap yang terbuang dari genting ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran saat peristiwa terjadi, pemilik rumah sedang di belakang rumah.
Tetangga korban, Iqbal (27) mengatakan, rumah korban ambruk setelah diguyur hujan deras, diduga karena bangunan yang sudah dimakan usia. “Mungkin hampir 60 tahun rumah ini, belum pernah direnovasi sama pemiliknya. Sepertinya sudah dimakan rayap jadi saat terkena angin mudah ambruk,” ungkapnya, Sabtu (30/10/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”angin-kencang”]
Iqbal khawatir tembok rumahnya akan roboh jika rumah tetangganya tersebut tidak segera direnovasi. Ini lantaran bekas ambruk rumah milik pasutri, Sukarti Astutik (62) dan Widodo (61) tersebut mengenai rumah miliknya sehingga ia khawatir akan semakin merembet kerusakannya.
Sementara itu, korban Sukarti menjelaskan, saat kejadian ia dan suaminya berada di belakang rumah. “Memamg rumah sudah tua, sudah lapuk. Banyak dimakan rayap. Setelah hujan lebat langsung breeeeesss…. Tidak tahu tiba-tiba ambruk. Alhamdulilah tidak ada korban,” katanya.

Korban yang membuka warung lengkap dengan wifi tersedia menjelaskan, jika biasanya banyak anak-anak tetangga yang memanfaatkan wifi dengan tiduran di ruang tamu. Pada saat hujan, ada tiga anak nongkrong di ruang tamu. Namun setelah hujan redah, mereka meninggalkan rumahnya.
“Ambruknya setelah hujan. Saya kebetulan di luar, bapaknya sama anak laki-laki saya di belakang. Awal ambruk di bagian tengah rumah kemudian merembet ke ruang tamu dan lorong. Iya karena rayap, ya karena hujan. Genting kena air berat saat menekan kayu yang sudah dimakan rayat jadi ambruk,” jelasnya. [tin/ted]






