Jember (beritajatim.com) – Pelestarian gumuk atau hukit menjadi pertanyaan pertama yang harus dijawab Muhammad Fawait, calon bupati nomor urut 2, acara debat perdana antarkandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, di New Sari Utama Ballroom, Sabtu (26/10/2024) malam.
Namun bukannya menjawab pertanyaan soal antisipasi penurunan jumlah gumuk, Fawait justru berbicara soal potensi gumuk sebagai obyek tambang galian C yang mendatangkan pendapatan asli daerah. “Ada ratusan tambang gumuk galian C di Jember. Namun sampai hari ini baru ada tujuh tambang resmi di Kabupaten Jember,” katanya.
“Maka ke depan ketika kami dipercaya memimpin Jember, ketegasan kami sama dengan Pak Prabowo, bahwa penambang-penambang ini harus kita kawal perizinannya. Para penambang bukan tidak mau mengurus izin, tapi selama ini mereka kesulitan karena galian C menjadi wewenang Pemerintah P:rovinsi Jawa Timur,” kata Fawait.
Saat para penambang galian C di gumuk mengantongi izin, menurut Fawait, ada sekian aturan yang harus mereka jalankan dan patuhi.
“Salah satunya adalah bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar, bagaimana harus membayar PAD (Pendapatan Asli Daerah), sehingga menjadi government expenditure kita, yang bisa kita pakai untuk program-program pengentasan kemiskinan,” kata politisi Gerindra ini.
Menurut Fawait, akibat kemiskinan, angka kematian ibu dan bayi di Jember tertinggi di Jawa Timur. “Angka stunting kita juga salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Rata-rata lama sekolah kita juga kalah dari Banyuwangi. IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita, bahkan kita termasuk dalam sepuluh yang terendah di Jawa Timur,” katanya.
“Maka dengan kekuatan PAD dari hasil tambang gumuk ini, apabila izinnya kita urus, maka kita memiliki government expenditure yang lebih. Ketika itu terjadi, maka program-program untuk kemiskinan bisa kita genjot, karena itu pesan Pak Prabowo untuk kami kadernya yang maju di pilkada,” kata Fawait.
Menanggapi pernyataan Fawait, Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 1, mengatakan, ada 1.670 gumuk di Jember yang sudah terinventarisasi dan 285 sedang diinventarisasi. “Gumuk-gumuk ini adalah milik pribadi. Jadi tidak serta-merta mengeluarkan izin gampang,” katanya.
Hendy kemudian mengingatkan kembali Fawait pada pertanyaan awal soal cara mengatasi penurunan jumlah gumuk di Jember. Mendapat pertanyaan itu, Fawait mengaku optimistis.
“Sebagai anak muda dan kader Pak Prabowo, saya optimis, karena saya pernah di DPRD Provinsi. Saya pernah menjadi bagian dari pemerintahan Provinsi Jawa Timur. Ketika perizinan itu bisa kita kawal dengan baik, maka perizinan itu dengan mudah bisa dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Fawait.
“Kalau untuk tambang galian C, walau pun itu milik pribadi, tapi penambangannya harus seizin pemerintah. Para penambang bisa kita berdayakan, bisa jadi sumber PAD kita.” kata Fawait.
Tema debat perdana ini adalah Penguatan Pembangunan dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Kabupaten Jember. Ada lima subtema yang diambil, yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, keberlanjutan ekologi dan energi, dan pengangguran maupun lapangan pekerjaan.
Dua pasangan kandidat yang berhadapan adalah pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman diusung PDI Perjuangan, dan Muhammad Fawait berpasangan dengan Djoko Susanto dan diusung koalisi Gerindra, PKB, PKS, Nasdem, Golkar, PPP, dan PAN. [wir]






