Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, secara tiba-tiba bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Rumah Makan deSoematra 1910, Jalan Sumatra Surabaya, Senin (13/2/2023) malam ini. Muncul dugaan pertemuan itu terjadi berkaitan dengan Pilpres 2024
Tetapi saat ditanya mengenai hal itu, baik Prabowo maupun Khofifah tak memberikan jawaban. Prabowo hanya tertawa sementara khofifah tersenyum.
“Tadi tidak langsung kita singgung (pilpres) tadi Bu (Khofifah) ya. Tentunya pada saatnya, akan kita bahas,” tegas Prabowo menjawab pertanyaan beritajatim.com.
Membahas deklarasi Pilpres bareng Khofifah? “Kok deklarasi,” jawab Prabowo dengan tertawa terpingkal-pingkal.
“Beliau (Khofifah) adalah salah satu tokoh yang mempunyai kemampuan di tingkat negara dan bangsa. Tentunya banyak perkembangan yang akan kita bahas nantinya. Jangan diarah-arahkan ke sana (pilpres) terus dong,” imbuhnya.
Khofifah sendiri yang disodori pertanyaan wartawan terkait pertemuannya dengan Prabowo, hanya melempar senyum kepada wartawan. “Maturnuwun, sampun kawan-kawan. Maturnuwun,” ujarnya singkat.
Menurut catatan beritajatim.com, pertemuan Prabowo dengan Khofifah malam ini adalah pertemuan kali kedua. Pertemuan pertama berlangsung pada Selasa (3/5/2022) malam di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Lokasi pertemuan Prabowo dengan Khofifah di Rumah Makan deSoematra 1910, Jalan Sumatra Surabaya ini sepertinya meneruskan pertemuan sebelumnya dengan beberapa kiai khos Jatim pada Senin (26/12/2022) lalu.
Saat itu, Prabowo tiba-tiba menemui sejumlah ulama dan kiai khos Jawa Timur.
[berita-terkait number=”5″ tag=”prabowo-subianto”]
Pertemuan Prabowo dengan belasan ulama-kiai tersebut berlangsung hampir 5 jam dan tertutup. Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad.
Sejumlah ulama dan kiai kondang yang hadir antara lain Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo KH Ali Mashuri, Pengasuh Ponpes Sabilul Rosyad Malang KH Marzuki Mustamar, Pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan Ra Karror Aschal.
Kemudian, Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Fuad Nurhasan, Pengasuh Ponpes Langitan Tuban KH Ubaidilah Abdul Faqih, Keluarga Ponpes Sidogiri Pasuruan KH Cholil Nawawi Abdul Jalil, Perwakilan Ponpes Nurul Jadid Probolinggo KH Faiz Abdul Haq Zaini, Pengasuh Ponpes Sunan Bejagung Tuban KH Abdul Matin Jawahir, Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Irfan Yusuf Hasyim.
Hadir juga H Abdurrohman Al-Kautsar (Gus Kautsar), H Fahmi Ruyani, H Adibussholeh Anwar, dan KH Ali Makki.
“Jadi, iya memang tempat ini (Rumah Makan deSoematra 1910 Surabaya) menarik ya, unik. Jadi, ada kesan-kesan sejarah dan sebagainya. Tadi kita membahas macam-macamlah, sejarah NU, beliau (Khofifah) menceritakan upaya beliau melanjutkan komunikasi dengan Timur Tengah, dengan dunia akademis di Timur Tengah. Bagaimana untuk melestarikan Islam yang moderat. Saya kira saya banyak belajar dari beliau, masalah NU, sejarah NU dan sebagainya,” kata Prabowo, Senin (13/2/2023) malam. [tok/beq]






