Magetan (beritajatim.com) – Kisah Semi (90), seorang nenek di Desa Gebyog, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan mendadak gempar. Semi dikabarkan hidup sebatang kara dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Narasi itu bahkan mencuat di Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI. Legislator Partai Golkar Muhammad Ali Ridha bercerita ke Menteri Sosial Tri Rismaharini bahwa Semi hidup sebatang kara dan tak mendapatkan bantuan.
Ali menambahkan, Semi hanya makan kacang panjang dan tahu rebus saja. Tak ada beras untuk dimakan.
Mendengar cerita Ali Ridha, Risma pun menangis di depan jajaran anggota DPR RI. Video itu pun viral di sejumlah media sosial. Namun, bagaimana faktanya di lapangan?
Usut punya usut, Semi ternyata sudah mendapatkan berbagai macam bantuan sejak 2019 hingga saat ini. Kepala Dinas Sosial Magetan Parminto Budi Utomo mengatakan, berbagai macam bantuan sudah digelontorkan sejak 2019 lalu. Kemudian, Semi juga masih aktif sebagai penerima bantuan yang sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Mbah Semi ini sudah masuk dalam layanan BPJS, penerima bantuan iuran. Kartunya aktif, jika ada keluhan, bisa digunakan untuk berobat secara gratis. Kemudian juag sudah masuk DTKS dan juga merupakan penerima bantuan pangan non tunai (BPNT),” terang Parminto, Kamis (21/3/2024)
Kemudian, ada pula bantuan dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang berada di bawah Kemensos. Hingga Bantuan Permakanan Kemensos dalam bentuk makan tiap hari sebanyak dua kali dengan sekali makan nilainya Rp25 ribu.
Kemudian yang memberikan makan merupakan kelompok masyarakat yang yang sudah ditunjuk. Ditambah bantuan cadangan pangan, sebulan mendapatkan bantuan beras 10 kilogram. Namun, dilewatkan kerabat karena dikhawatirkan Semi tak bisa memasak dengan mudah.
Tak hanya itu, untuk bantuan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Magetan, Semi mendapatkan bantuan dari program Bunda Kasih. Bantuan itu berupa permakanan. ‘’Nilainya Rp300.000 per bulan. Ini walinya yang ditunjuk untuk memasak dan menyalurkan makanan tersebut kepada Mbah Semi,’’ terang Parminto.
Parminto menjamin, Semi tidak hidup sendirian dan kekurangan bantuan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Magetan sudah memberikan perhatian dan memantau kondisi Semi lewat Pemdes dan kerabat.
Sementara itu, Kades Gebyog Suyanto memastikan pihaknya selalu mengutamakan Semi sebagai penerima bantuan. Utamanya saat pembagian zakat atau bantuan dari beberapa lembaga.
“Kami selalu mengupayakan agar Mbah Semi ini mendapatkan bantuan. Kalau pembagian zakat, nama Mbah Semi kami selalu utamakan,” katanya.
Diketahui, Semi tidak tinggal sendiri di rumah. Saat siang, dia tinggal di rumahnya sendiri, namun saat malam, dia tidur di rumah keponakannya. Sehingga, Semi tak hidup sebatang kara. [fiq/beq]







46 Komentar
Dimana pemerintahan desa dan pendamping PKH hanya memilih dan memilah saudara mereka sendiri,tapi inilah indonesia mereka sering melupakan yg miskin, mereka hanya perlu diwaktu ada pemilihan baik Pres, gub, walikota bupati dll.
Trus keterangan pemerintah,dari desa hingga Bupati…jelas…b.Semi sudah cukup banyak diberi bantuan.
Haiii….DPR…jd lah wakil yg kerja jelas….mulai Lsporan itu… tindak lanjutimengobsevasi,mengamati,meneliti,dan menyimpulkan….jangan Hanya melihat Dengangan MATA Saja .
Terima kasih Bu Risma ibu kinerja SDH sangat bagus yg kurang bagus di tingkat kelurahan Krn banyak yg pakai sistem besti2an, tolong disidak tiap kelurahan seluruh RI BU,trimkasih
Sebagai contoh nya yg punya kerjaan selama ini kan ke aparat desa,DPRD,bupati yg bertanggung jawab atas warga nya yg kurang mampu
Bukan menyalahkan presiden melulu masalah masyarakat yg kurang di berikan bantuan seperti PHK, BLT dll.
Yg harus di salah kan itu mesti nya aparat desa
Kurang mendata warga nya yang kurang mampu
Salam dari Kalimantan Barat
DPR itu asal bacot sj. Ternyata sudah hidup berkecukupan si nenek ini.
Pendamping PKH kerja ndak sih. Ada yg sdh mampu masih dapat pkh terus. Padahal di sekitar masih banyak yg lebih membutuhkan.
Bagaimana pun masyarakat seperti Mbah Semi ini harus diperhatikan oleh pemerintah baik daerah maupun pusat.
Saat Pak Ali Ridho datang ketempat Mbah Semi hanya menyerap info dari Mbah semi tanpa kroscek ke pendamping bansos juga kekeluarga. Sementara lansia itu unik lho… Mulai memori pendek, gejala kepikunan, rasa ingin dikasihani, jadi berita dan fakta tidak berimbang.
Hai spt ini harus dicermati benar. Hrs ditanyakan kpd yg bersangkutan langsung, jangan smp bantuan itu dimanfaati org lain.
Ya kalo dari kemensos bagus program salur nya tapi kendala di tingkatan bawah yg kurang selektif antara yg berhak dan tidak berhak untuk tingkat kec. Dan desa berdasarkan teman dan kerabat. Terimakasih.
Ogah Ndak ngomentari / ngritik pemerintah, takut kualat. Tar malah disuruh jadi Mentri 😁😁🤭 kyk gue yg g perna dpt bantuan, walau hidup pas Pasan.
DPR kok bicaranya tdk sesuai fakta, mbok sblm bicara cek dulu seperti apa kebenaran laporan tsb, jangan terlalu bersemangat ternyata faktanya sebaliknya kan…
Bu risma tu mentri goblok hanya mendengar trus nangis gak mau di kroscek dulu baru nangis… yg ngasi info minta di penggal kontolnya.mentri apaan tuh walah walah
Hanya dengar dari orang lain, tidak mengecek sendiri di lapangan serta tidak punya data konkrit. Terus bagaimana kualitas legislator seperti ini? Bikin gaduh saja.
Bu risma nangis beneran tah bu??kan samoean belum tahu di lapangan seperti apa??kerja itu jangan hsnya berdasarkan laporanbbu..tp turun dan amati kenyataan di lapangan..jangan² nangismu hsnya nencari SENSASI tok bu..
Saya juga gak pernah dapat bantuan apapun bentuknya, padahal saya sudah lansia, gak punya penghasilan. boleh kah saya bilang Bansos tidak Merata,,,,
drama lagi drama lagi….
Itu contoh saja gaes, masih banyak yg belum tersentuh oleh bansos, baik itu dana lansia, PKH dll, mungkin saran saya ada regenerasi pendamping bansos, PKH, karena pendamping ini banyak yg sekongkol dengan pihak pemdes, bahkan PKH, bansos yg lainnya di gunakan untuk kepentingan politik oleh segelintir orang yg berkepentingan, kalau bisa dicek dulu apakah calon pendamping pernah korupsi atw tidak, itu saran saja gaes
Terimakasih Bu… program panjengan terakui bagus sekali, namun dilini pling bawah (tingkat desa juga rt ) sangat dan sangat perlu di perbaiki / dikaji ulang untuk teknis / pelaksanaannya pendataan kpm khususnya
B Risma itu ibunya org sby..sbg org sby kami tahu kinerja beliau. Org sby tersinggung klo b Risma disbt menteri goblok. Beliau halus perasaannya..menangis krn terharu mendengar cerita pak dpr itu..itu dr perasaan terdalam beliau…menangis kok disuruh nunda. Lha siapa yg goblok disini dan nggak punya kepedulian.
Salahnya dimana nih?? Apa hanya konten doang???
Bukan hanya bu Semi di Magetan saja yg tdk mendptkan bantuan,msh banyak lg warga yg seharusnya mendptkan justru tdk dipedulikan. Didaerah sy Cirebon jg bgitu adanya,jd yg dkat dg pamong desa sajalah yg mendapatkn bantuan dr pemerintah. Coba skali-kali pemerintah pusat sidak langsung kebawah supaya tau kbenaranya sperti apa. Jgn cuma percaya dg laporan dr desa saja yg blum tentu kbenaranya.🙏
Modusss anggota DPR agar tak jd DPO
Lebih seru baca komentar² nya, dr pada lihat yg nangis, saya kemarin ngupas bawng juga nangis
Haalllahhhh, saya saja terdaftar sebagai DTKS penerima BPNT tp nyatanya tahun ini banyak yg g cair bahkan KIP anakq jg distop mulai tahun 2022 padahal kami sekeluarga hanya berpenghasilan 1jt sebulan, sedang suami tdk berpenghasilan tetap karena belum tentu sebulan setiap hari dapat kerjaan
Maaf pemberian bantuan dari pemerintah tentang survey kemiskinan atau orang tidak/kurang mampu dari BPS saya rasa kurang adil dan kurang akurat kriteria surveynya…saya umur 60 thn. yg sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai penghasilan sama sekali tidak pernah mendapat bantuan, karena tidak layak dinilai/dilihat dari punya rumah layak dan lantai berkeramik, punya motor 1, tapi tdk dinilai dari saat ini bekerja atau tidak trs punya penghasilan atau tidak, padahal rumah dan motor bisa dibeli dulu pada saat masih bekerja dari th 1987 hingga 2001 dan punya penghasilan…karena korban PHK 2001 mencoba usaha sampai 2015, selebihnya 2016 sampai 2024 sama sekali sdh tdk mampu usaha, apalagi pada saat musim pandemi…tolong pemerintah pola surveynya dirubah dan diperhatikan terutama yg sama sekali tdk mempunyai penghasilan…terima kasih..
Yang jelas ,harus diperbaiki dari bawah. Titik rawan ada pada RT,RW, dan kelurahan. Karena data yang masuk berdasarkan laporan dari bawah.
Mungkin tdk sampai karena ada yg mencuri dari kerabat nya sendiri.
intinya saya tetap bersyukur walau bantuan saya diputus berarti saya dianggap keluarga mampu yg rumahnya ngontrak dan suami ngojek, semoga doanya dijabah oleh allah swt amin, yg penting masih dikasih rezeki sehat wal’afiat keluarga saya oleh allah swt aminn
Wah bikin malu saja ini wakil dari Golkar, bok iyao ngomong sama atasan itu memakai data biar gak di ketawain, malu gak kalau sampai sejagad raya ngebaca 😀🙏
Komentar yg menjelakkan bu risma suruh turun ke lapangan jgn hny denger laporan, sumpah dia org yg gak tau bu risma kalau kerja gimana, asal ngomong aja, gak terima gua bu risma di kata2in. Nyebelin bgt
Sering lah kroscek..
Antara Pemda DPRD, Aparatur Desa /Lurah, RT RW sekitarnya di wilayah Indonesia Mana pun, bukan kasus mbah Demi saja yg Naik perhatian perhatian dari Orang-orang Kaya atau Dermawan Yang Baik ..
Ataupun Apalagi Saat ” Pilpres Pileg Pilkada, Yaaaa Seyogyanya Ngurus Yaa Ngurusin TANPA PAMRIH, Baik Penduduk Lokal / Pendatang dalam Pendataan Yang Tepat Sasaran..
ASN banyak di Negeri NKRI ini, BerDayakan baik dari Hilirisasi ke Hulurisasi, Lapor ke masing-masing Intansi Terkait.. Kaga Kudu Ribut n Viral Sana Sini..
Bisaaaaa lah..
Indonesia Hebat lah..
Banyak kok bu yang hidup digaris kemiskinan malah g dapat PKH malah yang punya sapi, tanah yang luas dapat PKH karena faktor teman/kerabat pendata PKH dan jika ditanya kenapa rakyat miskin g dapat alasan klasik yang keluar dari mulut para penguasa la DATANYA DARI ATASAN 😂 jelas-jelas data itu dari pihak RT dulu
Ya sebaiknya memang harus diadakan pembaharuan data lagi, mungkin yang kehidupannya sudah menjadi baik di lepas mungkin ada gakin baru, siapa tahu wong kehidupan itu tidak langgeng
Intinya hrs ada laporan dr pak RT..pejabat yg paling bawah .masa di desa atau kelurahan tdk ada pak RT.
Ini lagu lama Bu orang paling miskin ga dpt bansos dll trus orang kaya dapat bansos trus diterima juga trus ditempel stiker orang tidak mampu ga mau/malu tp mau bansosnya .saran yg dipecat pejabat yg daftarnya kedua data ulang langsung door to door dan dampingi pejabat pusat satuju bro
Mohon maaf, saya ingin tahu alamat/nmr w A atau apa saja yang terkait dgn masalah bantuan orang orang yang tidak mampu, alamat dr tingkat kabupaten sampai pusat klo boleh, terimakasih sebelumnya..
LHO looo baru tau kenapa harus tau malah jd ribut orang kerja disalahkan terus2an yg komen2 jg lebih pintar dari yg di ajari itu yg masih di jawa yg diluar jawa masih bisa makan udah hebat joos ,di jawa semua akses ada dari yg desa sampe kota jln bagus itu aja tdk keurus
Apalagi yg luar jawa jln susah dilewati gimana kehidupan merata boro mikirin bantuan bisa nyebang sungai utk sekola,dagang aja susah tdk ada jembatan kenapa harus ribut terus
* teringat ucapan K.H. Abdul Rachman Wahid presiden RI ke4 DPR disamakan anak TK saat ini negara menjadi begini DPR merasa tidak bersalah pada masyarakat. Semoga Allah segera menunjukkan keadilan Nya atas mereka yang semena mena pada negeri ini. Kitapun bersalah karena begitu takut pada penguasa melebihi ketakutan kita pada Allah SWT
Ternyata kita berbanding dengan zaman Firaun.
Saya saja gak pernah dapat apa apa mintak saja sulit ya yang benar siapa ya salah siapa kok gak lihat warga ya udah punya dapat yang miskin gak dapat mintak pun gak di kasih alasan ada aja yan ini yang itu ujung ya gak dapat di kasih pun layanan gak memuaskan maaf bukan ya aku melakan semua perangkat tapi kenyataan ya begitu
Mulai sakarang gak berharap bantuan dari pemerintah aku yakin berkerja rejeki pasti ada walau sedikit alhamdullilah bisa buat keluarga bahagia
Pendamping PKH mending di hapus,Tugas pendampingan bisa di alihkan Ke Katua Rt/ Rw, gaji yg di terima PKH lumayan besar tp kerjaan gak ada , mending anggaran gaji PKH buat Pak RT/RW ,toh ada Pendamping PKH sampai saat ini data msh gak tepat sasaran, dapat di nilai pendamping PKH gak ada fungsinya ,cuma buang buang anggaran, pasti kedepan juga ada tuntutan minta masuk ke P3K ,sekedar saran aja bu @mensos ,
Aneh ya kok byk yg nyalahin Bu Risma, kan disitu tertera jelas kalau Mbah semi sejak tahun 2019 sudah dpt bantuan, ya secara logika bukan menyalahkan itu siapa anggota DPR dari partai beringin yg menyampaikan kabar Mbah semi itu dpt kabar dari mana udah turun lapangan sendiri belum kalau memang udah turun ke lapangan knp kok beda ya cerita ketika rapat dengan Kemensos, ya Bu Risma juga serba repot byk sekali warga yg bener kurang mampu kalau ada yg kelewatan pasti dia di Sentil BPK dan baru setelah di cek langsung ke lapangan ini buktinya BPK ga ada nyentil Bu Risma karena Mbah Sumi kan sejak 2019 sudah mendapatkan perhatian baik itu dari Pemda maupun dari pemerintah pusat dengan bantuan baik itu bansos maupun lain nya
Ada juga di kampung saya ini yaitu Kampung Tanjung Sembilang Kel. Muara Sembilang Kec. Samboja Kab. Kukar ada beberapa warga di sini tidak menerima bansos padahal selalu diajukan tapi sampai skrg belum dapat jg padahal kondisinya sangat² layak dibantu
Iya seperti ini lah antara pusat dan jajaran bawah tdk sinkron akhirnya berita semakin luas dan digiring,apa² disangkut pautkan dgn Pilpres,presiden lg yg disalahkan,semua ada mekanisme nya,buat apa presiden ada menteri dan jajarannya kl ada apa² presidennya msh ug disalahkan
DTKS wajib diPERBAHARUI setiap tahun, terlebih khusus untuk kreteria orang tidak mampu terdapat 14 kriteria. Kreteria yg ditetapkan oleh kementrian atau dinas SOSIAL sdh tdk relevan di sekitar wilayah industri. ADA BANYAK WARGA YANG MAMPU MEMILIKI RUMAH, KENDARAAN
RODA DUA & EMPAT, ALAT
ELEKTRONIK(TV, HP, LAPTOP DLL). itu semua bisa dimiliki karena telah bekerja sekian tahun dan dengan susah payah diCICIL sampai lunas.
Seiring berjalannya waktu berhenti dari kerja baik secara hormat atau tdk hormat. Yang bernasib baik tentu hidupnya tdk kekurangan untuk beberapa tahun ke depan. Nah yg berhenti kerja namun nasib kurang beruntung. Harus tetap mencari pekerjaan sesuai kemampuan untuk mememuhi kebutuhan keluarga demi kelangsungan hidup.
MOHON UNTUK KRETERIA ORANG TIDAK MAMPU yg terdapat 14 kreteria diREVISI. Agar warga yg tetap bergantung hidup di kota kota berkembang dpt perhatian. Yah syukur-syukur sekolah murah, biaya listrik murah, segala macam pajak dibebaskan 🙏🙏🙏