Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro mengaku kecewa atas beberapa keputusan wasit yang dinilai sangat merugikan timnya saat ditahan imbang Maluku United di laga kedua babak 12 besar Liga 2 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (13/1/2024).
“Wasit kurang jeli dalam pengambilan keputusan di lapangan. Bahkan di penghujung laga, saat pergantian pemain Patrich Wanggai. Itu yang kami protes, dia (Wanggai, red) sudah diizinkan masuk lapangan, tapi kok dikomplain,” jelasnya.
Terlepas dari keputusan sang pengadil yang dianggap sering merugikan, Widodo menyatakan jika anak asuhannya telah berjuang maksimal untuk memenangkan pertandingan. Tapi sayang, hasil akhir membuat skuad The Lobster hanya mampu meraih poin imbang. Padahal, Deltras sempat unggul lebih dulu di menit 30 sebelum akhirnya disamakan Maluku United pada menit 45.
“Pemain sudah berjuang maksimal, tapi maaf kami belum bisa mendapat poin penuh. Tetapi kami akan memperbaiki untuk laga selanjutnya. Saya minta pemain jangan berkecil hati. Pemain tidak boleh putus harapan, tetap harus fight di laga selanjutnya,” ucapnya.
Disisi lain, Rendra Teddy kapten tim Deltras mengaku, dia dan rekan-rekannya sudah bermain maksimal. “Pemain sudah maksimal. Kami minta maaf belum bisa memberikan poin penuh bermain di kandang sendiri,” pungkasnya.
Sementara di akhir laga, sangat disayangkan diwarnai beberapa suporter Deltras yang harus turun ke lapangan untuk melakukan protes kepada wasit. (way/kun)






