Probolinggo (beritajatim.com) – Distribusi logistik Pemilu oleh KPU Kabupaten Probolinggo ke delapan kecamatan mengalami kendala. Ini lantaran delapan kecamatan tersebut sulit diakses.
Kendala yang dimaksudkan yakni akses ke lokasi dan jarak yang sangat jauh. Bahkan hingga masuk ke beberapa pelosok desa.
Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Probolinggo, Agus Hariyanto Andinata mengatakan saat ini ada delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang akses pendistribusian logistik sangat sulit dijangkau.
“Aksesnya itu sangat sulit dijangkau, ditambah lagi jaraknya yang sangat jauh. Total ada 8 kecamatan,” jelasnya, Senin (12/2/2024).
Agus membeberkan delapan kecamatan yang aksesnya sulit dijangkau. Diantaranya yakni Kecamatan Sukapura tepatnya di Desa Kadasih, Pakel, Sariwani, Sapikerep/Ngeluh.
Kemudian di Kecamatan Sumber ada 4 desa yang sulit diakses yakni Gemito, Tukul, Wonokerso, Ledokombo. Kecamatan Lumbang ada satu desa yakni Sapih. Sama halnya dengan Kecamatan Sumberasih yakni diwilayah Gili Ketapang.
Lalu untuk Kecamatan Tiris ada lima desa yakni Desa Andungbiru, Tlogosari, Racek, Wedusan, Rejing. Kecamatan Krucil ada tiga desa diantaranya Desa Pandanlaras, Plaosan, sumberduren.
Dua kecamatan lainnya yakni Kecanatan Gading ada dua desa yang sangat sulit diakses yakni Desa Renteng, Bulupandak, Batur. Dan yang trakhir yakni Kecamatan Kotaanyar yang juga ada tiga desa di antaranya Curah Temu, Pasembon, Tambak Ukir.
“Pendistribusiannya ini dilakukan oleh KPU untuk dikirim ke PPK masing-masing. Lalu dari PPK nanti langsung didistribusikan ke PPS dan besok sudah sudah dipersiapkan untuk masing-masing TPS,” tambahnya.
Diketahui Kabupaten Probolinggo ini sendiri mempunyai 3.375 TPS yang tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. [ada/beq]






