Malang(beritajatim.com) – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang sedang mencari cara agar kampung tematik yang ada di Kota Malang kembali hidup.
Dari 23 kampung tematik yang tercatat sejak 2016 lalu di Kota Malang hasil monev 2023 lalu diketahui, 5 kampung tematik tak ada kunjungan. Sialnya lagi pengurus kampung tematik pasif. Padahal 5 kampung tematik ini dahulu pernah ramai sebagai destinasi wisata di Kota Malang.
“5 kampung tematik ini yakni Kampung Keramat Kasin, Kampung Wisata Aeng Hamit Rusdi, Kampung 1.000 Topeng, Kampung Nila Selilir dan Kampung Kuburan Londo. Ini menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi.
Baihaqi mengatakan, persoalan di 5 kampung tematik ini beragam. Mulai dari kekosongan pengurus karena meninggal dunia, pindah domisili bahkan bekerja. Disporapar mengaku sudah melakukan pendekatan dan pendampingan agar pengurusnya aktif kembali.
“Kami sudah melakukan pendekatan dan memberi semangat para pengurusnya,” ujar Baihaqi.
Selain memberikan pendampingan. Disporapar sedang menggodok rencana pembuatan event di kampung tematik agar wisatanya kembali bergairah.
“Kami juga berencana menggangarkan di tahun depan untuk kami jadikan lokasi event agar ada daya tarik dan pengurus kampung serta masyarakatnya semangat kembali. Misalkan di Taman Rolak apa event yang pas, ini sedang kita survei dan sudah kita rencanakan,” ujar Baihaqi. (luc/ted)






