Malang (beritajatim.com) – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang membeberkan progres proposal renovasi Stadion Gajayana yang diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proposal tersebut telah dikirimkan namun belum ada finalisasi dari pemerintah pusat.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan bahwa Penjabat (Pj) Wali Kota Malang juga terus mengawal progres proposal yang telah dikirim. Ia mengaku selain ke Kementerian PUPR, pihaknya juga menyampaikan hal ini ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia.
“Itu terus kita pantau. Kemudian kemarin pak wali juga terus mengawal itu sampai sekarang masih belum ada apa itu yang sifatnya sudah final. Tapi tetap dalam proses pengawalan apalagi kemarin masa pesta demokrasi. Tetapi untuk melakukan komunikasi termasuk kemarin saya juga sudah menyampaikan ke Bappenas,” ujar Baihaqi, Kamis (29/2/2024).
Stadion Gajayana sendiri merupakan stadion tertua di Indonesia yang dibangun pada tahun 1924 era kolonial Belanda. Pada tahun 2024 ini, Stadion Gajayana berusia 1 abad.
“Dalam proposal itu sudah juga kita sampaikan latar belakangnya (sejarah),” imbuhnya.
Baihaqi menyebut, Pemkot Malang saat ini sedang menyusun desain olahraga daerah (DOD). Dari DOD akan diketahui bagaimana keberlanjutan Pemerintah Kota Malang dalam melakukan pembinaan olahraga.
“Saat ini kami sedang berproses menyusun desain olahraga daerah yang itu nanti produk hukumnya adalah berupa peraturan kepala daerah. Sekarang sedang kita susun namanya desain olahraga daerah. Dari DOD itu nanti kita akan mengetahui bagaimana keberlanjutan Pemerintah kota Malang melakukan pembinaan olahraga,” ujar Baihaqi.
“Nah pembinaan olahraga itu menurut Undang-Undang 11 Tahun 2022 kemudian Permenpora 15 tahun 2023 yang mengacu kepada pertama olahraga prestasi olahraga prestasi itu yang mengacu kepada 14 cabang olahraga olimpiade. Kemudian olahraga masyarakat dan olahraga prestasi. Sekarang sedang berproses belajar dari situ nanti pemerintah pusat akan tahu fokus kota Malang membangun dunia olahraga seperti apa,” imbuhnya. [luc/beq]






