Ponorogo (beritajatim.com) – Para petani di Bumi Reog tidak perlu resah soal ketersediaan pupuk bersubsidi. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo memastikan stok pupuk bersubsidi aman hingga akhir tahun 2025.
Kepastian itu disampaikan Tamar Mahara, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dipertahankan Ponorogo. Menurutnya, sisa alokasi pupuk bersubsidi saat ini masih sekitar 40 persen dari total kuota. “Jumlah tersebut tergolong aman, apalagi kami juga sudah mengajukan realokasi tambahan pupuk bulan ini. Ini bahkan realokasi ketiga yang diajukan,” jelas Tamar, Kamis (18/9/2025).
Pada awal 2025, Ponorogo mendapatkan tiga jenis pupuk bersubsidi. Rinciannya meliputi Urea sebanyak 30.466 ton, NPK 22.348 ton, dan pupuk organik 4.517 ton. Hingga tanggal 2 September 2025, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tercatat 62 persen untuk Urea, 71 persen untuk NPK, dan 37 persen untuk pupuk organik.
“Selain realokasi pupuk Urea, NPK, dan organik, kali ini kami juga menambahkan pupuk jenis ZA sebanyak 60 ton. Biasanya jenis ZA ini dipakai petani tebu,” ungkap Tamar.
Dengan sisa stok yang masih memadai serta adanya tambahan dari realokasi, Tamar kembali menegaskan keyakinannya bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi di Ponorogo tetap aman. Kepastian ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani Ponorogo, yang sebagian tengah memasuki musim tanam. Ketersediaan pupuk yang terjamin, diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian. “Kami pastikan stok pupuk bersubsidi di Ponorogo akan tetap aman hingga akhir tahun,” pungkasnya. (end/kun)






