Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan terus berinovasi dalam membantu pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM).
Salah satunya melalui pemanfaatan platform digital seperti TikTok dan podcast YouTube.
Langkah ini bertujuan agar produk IKM tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu, menyebutpada tahun 2024 lalu terdapat 28.544 IKM sebanyak 28.544.
“Sekarang semuanya serba digital, dan IKM kita sangat berpotensi berkembang bila diberi akses ke platform digital,” ujar Diana. Ia menambahkan bahwa produk IKM Pasuruan sangat beragam, mulai dari makanan, bordir, hingga furniture.
Disperindag memfasilitasi peliputan langsung ke pelaku IKM untuk mendokumentasikan potensi usaha mereka. Video dokumentasi tersebut kemudian ditayangkan di kanal TikTok dan podcast YouTube milik Disperindag.
“Kita datang ke lokasi IKM, liput langsung, lalu promosikan mereka lewat konten video pendek dan wawancara podcast,” katanya. Format wawancara podcast ini diharapkan dapat mengenalkan lebih dalam tentang kisah dan produk para pelaku usaha.
Selain pemasaran digital, Disperindag juga mengelompokkan IKM berdasarkan kelas perkembangan. Mulai dari IKM dengan kategori rendah, menengah, hingga tinggi, yang masing-masing akan mendapat perlakuan dan pendampingan berbeda.
“Kita punya data lengkap lokasi IKM, status legalitasnya, dan jenis produknya. Dari data itu kita sesuaikan programnya agar bisa mendorong mereka naik kelas,” tambahnya.
Upaya ini juga dilengkapi dengan pendampingan legalitas, pelatihan packaging, dan pembukaan akses pasar langsung ke konsumen. Produk yang layak tayang akan diberikan kontak langsung agar pembeli bisa menghubungi tanpa perantara.
“Legalitas dan kemasan itu penting supaya pembeli percaya. Kita juga bantu tampilkan nomor kontak dan alamat usaha agar konsumen bisa langsung bertransaksi,” tambahnya.
Diana menyebut, saat ini IKM terbanyak di Kabupaten Pasuruan berada di sektor makanan olahan, kerajinan tangan, dan industri kecil. Beberapa di antaranya bahkan sudah berhasil ekspor ke luar negeri.
“Yang paling banyak itu makanan dan pengolahan, tapi kerajinan juga luar biasa. Sudah ada yang ekspor seperti produk body kit motor dan bahan racikan herbal,” pungkasnya. (ada/ted)






