Gresik (beritajatim.com)- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik turun ke sejumlah sekolah SMA dan SMK untuk melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP).
Kepala Dispendukcapil Gresik Muhammad Hari Syawaluddin mengatakan, jemput bola perekaman ini bertujuan meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan. Serta mendukung akses layanan publik, dan mempercepat dalam validasi data penduduk.
“Dengan cara ini seluruh pelajar SMA dan SMK yang belum melakukan perekaman KTP bisa terdata,” katanya, Kamis (2/10/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdupenkcapil Gresik, Apri Widyastik menambahkan, perekaman KTP juga dilakukan di SMK Muhammadiyah Gresik dengan jumlah 207 siswa.
“Dari jumlah itu, kelas 10 dilakukan perekaman kartu identitas anak. Kemudian kelas 11 hingga 12 dilakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP),” imbuhnya.
Dengan turba ini lanjut Apri, diharapkan seluruh siswa memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah. Selain itu, tersedianya data penduduk usia sekolah yang akurat juga menjadi target penting dari program ini. “Targetnya menciptakan generasi muda tertib administrasi, dan kontinyu terus dilakukan,” ungkapnya.
Salsabilah (17) salah satu siswa SMK Muhammadiyah Gresik menyatakan dirinya bersyukur bisa mengurus KTP di sekolah. Sebab, bila pakai konvensional pengurusannya harus lewat RT dan RW lalu ke kelurahan. “Saya sangat terbantu adanya perekaman KTP di sekolah simpel dan tidak ribet,” tutupnya. [dny/kun]






