Magetan (beritajatim.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana longsor di jalur menuju objek wisata Sarangan. Disparbud kemudian mengajak rembug pemiliik lahan di lokasi longsor yakni jalan masuk utama Sarangan
Kepala Disparbud Joko Trihono mengatakan, akan berkoordinasi dengan pemilik lahan di sepanjang jalur, yang kebanyakan adalah milik Perhutani, untuk mengantisipasi potensi longsor pada jalur yang dilalui pengunjung Sarangan.
“Sejauh ini jalur yang representatif untuk dilalui pengunjung yang akan berwisata di Sarangan adalah jalur yang melalui TKP longsor kemarin. Kami akan berkoordinasi dengan Dishub untuk lebih memperbanyak peringatan rawan longsor di sepanjang jalur menuju Telaga Sarangan, sehingga pengunjung akan lebih berhati-hati terlebih di waktu hujan,” kata Joko Trihono, Minggu (7/1/2024).
Telaga Sarangan Masih jadi Obwis Andalan di Akhir Pekan
Seperti diketahui, objek wisata Sarangan masih menjadi andalan dan jujugan pengunjung terutama di akhir pekan dan hari libur. Objek yang berada di kaki Gunung Lawu sebelah timur itu mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, selain keindahan telaga, juga suasananya yang sejuk menjadi tempat yang nyaman dalam berlibur.
Namun, untuk menuju ke lokasi wisata, pengunjung harus tetap berhati-hati, selain jalan yang menanjak juga melewati lereng perbukitan yang rawan longsor, terlebih di musim penghujan. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kehati-hatian pengunjung dan warga tetap diperlukan.
Jalan Kawasan Telaga Sarangan Telan Korban
Diketahui, bocah berinisial DA (7), salah satu korban yang terseret longsor di Jalan Utama Sarangan pada Jumat (5/1/2023) meninggal dunia pada Sabtu (6/1/2002) pagi. Nyawa bocah laki-laki itu tak terselamatkan meski sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Sayidiman Magetan selama hampir 12 jam.
DA menjadi salah satu korban selain sang ibu yakni Titik Sulasmi (35) dan Marsi. Ketiganya merupakan warga Lingkungan Duwet, Kelurahan Plaosan, Kabupaten Magetan. Marsi merupakan salah seorang pekerja di salah satu penginapan di wilayah Sarangan.
Saat kejadian, Titik dan DA menjemput Marsi dan hendak pulang ke rumah. Namun, tak disangka, material longsor justru menghantam mereka saat berkendara menggunakan motor. DA bahkan sudah tertimbun material longsor. Segera warga dan petugas mengevakuasi.
‘’Saya pulang bertiga, dengan ibunya dan anak itu. Dulunya daerah situ gak longsor. Dan tiba-tiba pas pulang itu kok tau-tau sudah longsor dan kami terseret. Anak itu udah nyaris gak keliatan, Saya langsung cari dan ketemu udah tertimbun,’’ kata Marsi.
Marsi memang tak terluka serius. Namun, DA mengalami sejumlah luka di kepala, tangan dan kaki. Hingga akhirnya bocah itu tidak tertolong. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Usai DA dikabarkan meninggal, Pj Bupati Magetan Hergunadi beserta jajaran mengunjungi rumah orang tua DA yang sekaligus jadi korban dalam longsor itu. Bersama Baznas Magetan, Hergunadi memberikan santunan.
‘’Betul telah diberikan santunan sebesar Rp 10 juta. Ada juga bantuan sembako dari Dinas Sosial. Kami berharap kejadian ini tidak kembali terulang,’’ kata Kabag Kesra Setdakab Magetan Permadi yang turut mendampingi Hergunadi.
Hingga saat ini, pihak Satlantas Polres Magetan terus melakukan pemantauan sembari memberikan imbauan pada para pengunjung yang keluar masuk Sarangan agar waspada terhadap tebing yang rawan longsor.
[fiq/aje]






