Lamongan (beritajatim.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan bagi-bagi takjil kepada masyarakat di Jalan Sunan Giri, Lamongan pada Selasa (18/4/2024). Kegiatan itu diiringi doa bersama dan pemberian santunan kepada yatim piatu dan dhuafa Panti Asuhan Al Muawanah, Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan.
Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus menguatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama di Bulan Suci.
“Alhamdulillah. Hari ini kita bisa menggelar kegiatan bagi-bagi takjil kepada masyarakat dan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Kami juga menggelar buka bersama dengan seluruh jajaran Disparbud Lamongan dan komunitas sendakala, sebelum cuti bersama besok,” ujar Rubikah, ditulis Rabu (19/4/2023).
Melalui kegiatan ini, Rubikah berharap, apa yang telah diberikan oleh Disparbud bisa memberikan manfaat dan bisa membantu masyarakat yang kurang beruntung. Ia juga bersyukur, kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar.
Baca Juga:
Jelang Lebaran, Volume Kendaraan di Lamongan Meningkat
“Seluruh jajaran Disparbud yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Semoga apa yang kami berikan kepada masyarakat ini bisa bermanfaat. Hal ini kami lakukan semata-mata karena ingin berbagi kebahagiaan antar sesama dan memperoleh berkah di Bulan Suci,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengasuh Panti Asuhan Al Muawanah, Hj. Nurrotun Mumtahanah menyampaikan rasa terimakasihnya atas santunan yang diberikan oleh Disparbud kepada para anak yatim piatu dan dhuafa di tempatnya.
“Terimakasih atas santunan yang diberikan Disparbud Lamongan kepada para anak yatim piatu dan dhuafa di sini. Semoga semua ini menjadi berkah bagi kita semua,” kata Ning Mumun, sapaan akrab pengasuh Panti Asuhan Al Muawanah itu.
Baca Juga:
Layanan Kesehatan dan MPP Lamongan Tetap Beroperasi
Ning Mumun menyebutkan bahwa anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhannya ini berjumlah kurang lebih 50-an anak. Mereka tak hanya berasal dari lokal Lamongan namun juga dari luar daerah.
“Para anak-anak yang ada di sini itu adalah pelajar mulai dari tingkat TK hingga ada juga yang sudah kuliah dan menjadi pengurus di sini. Kami merasa bersyukur karena masih ada banyak pihak yang peduli terhadap nasib anak yatim piatu,” paparnya. [riq/beq]






