Bojonegoro (beritajatim.com) – Hari Raya Idul Adha 1442 H pada 20 Juli 2021 mendatang masih dalam kondisi pelaksanaan PPKM Darurat. Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk membeli hewan ternak lokal yang lebih terjamin kualitas dan status kesehatannya.
Menurut Kabid Keswan dan Ternak Disnakan Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu, sekarang ini dalam kondisi PPKM Darurat Covid-19. Disnakkan membantu memasarkan hewan kurban dan memudahkan masyarakat untuk pembelian hewan kurban yang aman dari resiko penularan Covid- 19 dengan pembelian lewat online.
“Tentunya pembelian ternak lokal lebih terjamin kualitas dan status kesehatannya,” ujarnya, Rabu (7/7/2021).
Ia juga berharap dengan penawaran dan pembelian ternak secara online, masyarakat yang mau berkurban terjaga kesehatannya, aman dari risiko penularan Covid-19 dan tujuan pemerintah PPKM Darurat covid bisa tercapai.
“Masyarakat tak perlu jauh-jauh mencari hewan kurban karena banyak peternak lokal Bojonegoro, kelompok ternak binaan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro yang siap melayani pembelian hewan ternak yang terjamin kualitasnya,” pungkas Sugiharti.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Sementara salah seorang peternak dan penggemukan kambing di Desa Simbatan Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro Nurcholish mengatakan, mendekati hari raya Idul Adha ini penjualan hewan kurban, khususnya kambing, tidak seramai tahun lalu. “10 hari mendekati hari raya biasanya baru banyak pesanan,” ujarnya.
Saat ini, jumlah kambing yang ada di kandangnya ada sekitar 500 ekor. Sistem penjualan dilakukan melalui rekanan atau jaringan yang sudah dibangun, selain itu, kata dia, ada pembeli yang datang sendiri karena mendapat informasi dari medsos dan pesan dengan skala besar (biasanya kelompok).
“Kalau harganya tidak jauh beda dengan tahun lalu, antara Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per ekor kambing yang sudah siap dipakai untuk hewan kurban,” pungkas pria yang melakukan ternak bersama istrinya itu. [lus/but]






