Surabaya (beritajatim.com) – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Timur tengah menyusun naskah akademik berupa policy paper bertajuk Penggunaan Gadget pada Anak Usia Sekolah: Tantangan, Risiko, dan Strategi Pengawasan Komprehensif dan Manusiawi untuk Meningkatkan Keselamatan dan Kesejahteraan Anak.
Untuk mendukung penyusunan dokumen tersebut, FKDM Jatim menyelenggarakan serangkaian Diskusi Terpumpun (FGD) bersama sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Bakesbang Kabupaten/Kota, DP3AKB se-Jawa Timur, organisasi kemasyarakatan keagamaan, serta Forum Anak.
Salah satu diskusi digelar di Hotel Horison Gresik, Minggu (21/12/2025). Acara menghadirkan narasumber aktivis perempuan Dewi Winarni, M.Ag, yang aktif mendampingi isu perempuan dan anak. Hadir pula Dr. Freddy Poernomo, S.H., M.H., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Golkar. Keduanya juga merupakan pengurus FKDM Jatim.

Diskusi dimoderatori oleh Dr. Rangga Sa’adillah, dosen STAI Taswirul Afkar Surabaya, setelah diawali keynote speech oleh Ketua FKDM Jatim, Dr. Listiyono Santoso, S.S., M.Hum., yang juga pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.
Dalam pemaparannya, Listiyono mengungkapkan kekhawatirannya terkait semakin kuatnya penetrasi media sosial yang tidak terkontrol di tengah lingkungan yang belum sepenuhnya ramah anak. Menurutnya, anak-anak sering dididik dengan logika orang dewasa demi kepentingan orang dewasa, sehingga mengalami “kehilangan dunia kanak-kanak”.
“Anak-anak dewasa sebelum waktunya. Kita menyaksikan banyak kekerasan fisik hingga kekerasan seksual seperti pemerkosaan dilakukan anak usia sekolah. Ini harus diantisipasi agar dunia anak kembali pada fitrahnya,” tegasnya.

Dewi Winarni menekankan pentingnya pendampingan orang tua terhadap tumbuh kembang anak, termasuk penggunaan gadget. Menurutnya, gadget adalah keniscayaan perkembangan zaman. Yang diperlukan bukan pelarangan, tetapi pendampingan agar anak tidak lebih dekat dengan perangkat digital ketimbang orang tuanya.
“Kita harus memastikan anak lebih percaya kepada orang tua, bukan pada gadget. Ini bagian dari kesiapan menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Freddy Poernomo menyoroti perlunya kebijakan negara dan pemerintah daerah terkait penggunaan gadget pada anak usia sekolah. Ia mendorong adanya peraturan yang tidak bersifat melarang, tetapi mengatur penggunaan gadget agar menjadi sarana positif bagi pendidikan anak.
“Pemerintah harus berani membuat regulasi. Bukan untuk membatasi, tetapi mengarahkan agar gadget menjadi alat kontrol pendidikan yang efektif,” tandasnya. [but]






