Ngawi (beritajatim.com) – Diskominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Ngawi melakukan kegiatan studi banding ke Diskominfo Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkaya dan menambah materi penyelenggaraan Satu Data Kota Mojokerto, serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi SPLP (Sistem Penghubung Layanan Pemerintah) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.
Rombongan studi banding yang dipimpin oleh Noor Soemadijo, JFT Statistisi, terdiri dari anggota seperti Dyan Nurida Umey, SH (Statistisi), Hatan Eko Achmadi, ST (Pengelola DB), M. Sebbie T. Woro (Pengelola DB), Mathias Dewangga S. Kom (Pengelola DB), dan Samsuri (Pengelola Statistik).
Pada Rabu (1/12), rombongan berangkat dari Ngawi menuju Kota Mojokerto. Kegiatan studi banding dilaksanakan di Gedung Command Center, Balai Kota Mojokerto.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Bidang Persandian dan Data Statistik, Siti Noor Ainy, didampingi oleh Kepala BPS, Mimik Nurjanti, S.Si., M Si Kota Mojokerto, dan beberapa JFT dari Bappeda serta beberapa Tim Teknis dari Diskominfo Kota Mojokerto.
Baca Juga:
Hilang 5 Hari, Kakek di Ngawi Ditemukan Meninggal di Sawah
Beberapa aspek yang dijelaskan terkait isu implementasi Satu Data menjadi substansi utama dari kegiatan benchmarking, antara lain:
1.Maksud dan tujuan dari agenda benchmarking di Diskominfo Kota Mojokerto;
2. Deskripsi komprehensif dan masukan terhadap pelaksanaan implementasi SDI sebagai bahan kajian dan perbaikan, serta penggunaan layanan SPLP.
3. Manajemen atau alur input data dari OPD-OPD ke aplikasi SD Kota Mojokerto dan CKAN;
4. Kendala yang dihadapi beserta solusinya dalam membangun SD Kota Mojokerto untuk meningkatkan kualitas data.
5. Strategi dan terobosan dalam mereduksi ego sektoral perangkat daerah untuk mewujudkan SD Kota Mojokerto yang lebih baik.
Hasil studi banding memberikan gambaran yang jelas tentang terobosan positif yang dapat memberikan inspirasi untuk ide dan gagasan cemerlang.
“Ini menjadi masukan berharga dalam memperkaya materi dan mencari solusi terbaik untuk penyelenggaraan Satu Data di Kabupaten Ngawi,” kata Noor Soemadijo.
“Inti dari studi banding mengenai implementasi Satu Data dan teknis implementasi SPLP adalah bagaimana meningkatkan layanan data dan kualitas data dengan memperkuat tata kelola dan manajemen data statistik. Hal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan data Pemerintah Kabupaten Ngawi,” tambah Noor Soemadijo .
Rombongan studi banding kembali dari Kota Mojokerto menuju Ngawi pada Jumat (1/12). (ted)






