Lamongan (beritajatim.com) – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum HAM Jawa Timur, Teguh Wibowo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Kelas IIB Lamongan. Sidak berjalan saat berlangsungnya pelayanan penitipan makanan dan kunjungan online dalam suasana Lebaran 1443 H.
Teguh memeriksa seluruh kondisi lapas, mulai pusat layanan kunjungan sampai dari branggang di Lapas Lamongan. Tak hanya meminta keterangan dari petugas yang berjaga, Teguh juga melakukan dialog dengan beberapa pengguna layanan dan narapidana di Lapas Lamongan.
Dari keterangan yang didapat, para pengguna layanan atau pengunjung mengaku jika pelayanan di Lapas Lamongan ini sudah baik gratis. Bahkan, para narapidana juga mengaku sudah mendapat haknya dengan penuh dan tanpa dipungut biaya.
Dengan kondisi tersebut, Kadivpas mendukung penuh dan terus memberi masukan pada upaya Lapas Lamongan dalam mempersolek diri. Selain itu, Kadivpas juga mengapresiasi program Zero Halinar (HP, Pungli dan Narkoba) yang telah sejak lama digalakkan oleh Lapas Lamongan.
Kendati demikian, menurut Teguh Wibawa, meski dalam segi keamanan Lapas Lamongan sudah kondusif, namun untuk kebersihan masih perlu ditingkatkan lagi.
“Sebenarnya Lapas Lamongan ini sudah kondusif dalam segi pengamanan, namun seperti yang kita lihat tadi untuk kamar mandi umum blok masih harus dilakukan renovasi, dan untuk saluran pembuangan airnya juga tadi masih mampet dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujar Teguh, Jumat (6/5/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Berita-Lamongan”]
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Lamongan, Mahrus menjelaskan saat ini Lapas Lamongan masih sedang melakukan sejumlah pembenahan dan terus melaksanakan peremajaan di beberapa titik.
“Lapas Lamongan saat ini memang tengah melakukan peremajaan di beberapa titik. Dan perihal tersebut masih kami upayakan untuk solusinya,” kata Mahrus saat dikonfirmasi, Jumat (6/5/2022).
Oleh sebab itu, Mahrus menjelaskan, jika kondisi yang kini memang menjadi momok bagi Lapas Lamongan ini akan segera diupayakan penanganannya secepat mungkin.
“Apalagi saat memasuki musim hujan, kondisi ini dapat mengakibatkan banjir di Lapas Lamongan. Dan hal ini juga telah menjadi prioritas nomor satu dari Kanwil Kemenkumham Jatim agar dapat segera teratasi dan terselesaikan,” pungkasnya. [riq/beq]






