Malang (beritajatim.com) – Dishub Kabupaten Malang pun membuka pendaftaran mudik gratis mulai Sabtu (17/3/2023) esok hingga 18 April 2023. Mudik gratis itu diberikan bagi masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya yang hendak pulang kampung. Nantinya, Dishub Kabupaten Malang bakal menyiapkan 7 Bus dengan kapasitas per bus 50 penumpang.
Adapun tujuan mudik gratis ini khusus untuk jurusan Malang Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep). Kemudian Malang-Nganjuk, Madiun, Ngawi. Kemudian Malang-Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi. Kemudian Malang Trenggalek, Ponorogo Pacitan. Selanjutnya Malang-Probolinggo, Jember, dan Bondowoso. Malang-Lamongan, Tuban.
Kabid Angkutan dari Dishub Kabupaten Malang, Tri Hermantoro mengatakan, pendaftaran sendiri tidak ada batas ketentuan tanggal penutupan. Yang jelas, jika di tanggal (5/4) semisal kuota sudah terpenuhi, maka dimungkinkan pendaftaran ditutup. “Kemudian satu minggu sebelum pemberangkatan kami konfirmasi balik untuk memastikan kuota. Lalu kami rekap,” ungkap Tri, Jumat (17/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”mudik”]
Menurut Tri, tahun ini ada penambahan dua Bus dari sebelumnya. Jika di tahun 2019 hanya 5 Bus saja, tahun ini ada 7 Bus. Artinya, sebanyak 350 orang perjalanan mudik akan dibiayai pemerintah Kabupaten Malang.
Tri melanjutkan, bahwa tahun ini ada penambahan satu jurusan lagi yakni Malang Bojonegoro. Yang mana, pada agenda mudik sebelumnya tidak ada jurusan Malang Bojonegoro.
“Kami juga tambah 1 Bus lagi untuk yang jurusan Madura. Karena antusias Malang Madura selalu tinggi. Akhirnya kami fasilitasi 2 Bus ke arah sana. Jika nanti antusias tinggi lagi, bisa jadi tahun depan akan kami tambah armada Bus,” tegasnya.
Khusus persyaratan mudik gratis, sambung Tri, pihaknya akan berkordinasi dengan beberapa instansi. Salah satunya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Apakah akan ada persyaratan protokol kesehatan bagi pemudik harus tes polymerase chain reaction (PCR) semisal, pihaknya belum bisa menentukan itu.
“Walaupun PPKM sudah di cabut, jika ada protokol yang harus dipenuhi kami tidak bisa menolak itu. Nanti di awal puasa akan kami sampaikan melalui bener, pamflet dan radio persyaratan mudiknya,” Tri mengakhiri. (yog/kun)






