Bojonegoro (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro melakukan evaluasi kinerja traffic light di simpang empat Tugu Genie Pelajar (TGP) turut Kelurahan Banjarejo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/07/2023).
Evaluasi kinerja traffic light itu dilakukan menindaklanjuti kejadian kecelakaan lalu lintas yang terjadi berturut-turut selama dua hari belakangan. Dalam kecelakaan yang melibatkan kendaraan truck besar itu dua korban anak berusia 5 tahun meninggal di lokasi kejadian.
“Hari ini kami berinisiatif untuk melakukan evaluasi kinerja traffic light di simpang empat TGP,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro Andik Sudjarwo.
Andik menjelaskan, traffic light di simpang empat TGP yang masuk jalur provinsi itu saat ini menggunakan tiga fase. Sebab, satu jalur yang dari arah selatan, yakni Jalan Lettu Suwolo masuk jalur minor. Sehingga fase nyala lampu merah mengikuti jalur utara yang dari arah Tuban.
“Sekarang untuk traffic light masih tiga waktu atau fase. Dari arah timur, utara, dan barat. Sedangkan dari arah selatan (jalur minor) fasenya masih bersamaan dengan dari arah utara,” terangnya.
Evaluasi kinerja traffic light itu nantinya akan digunakan bahan untuk rapat bersama dengan forum lalu lintas. Beberapa materi yang akan dievaluasi diantaranya, apakah perlu intervensi terkait dengan pelebaran jalan, kelengkapan jalan lain, pengaturan fase traffic light, maupun pengaturan lalu lintas.
“Tindaklanjutnya hasil evaluasi yang kami lakukan hari ini nanti Dishub Bojonegoro akan mengundang forum lalu lintas. Kami bahas bersama sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kejadian kecelakaan lalu lintas di jalur TGP terjadi berturut-turut selama dua hari. Kecelakaan itu melibatkan kendaraan besar dan menelan korban jiwa. Kejadian pertama pada Senin (24/07/2023) kecelakaan melibatkan kendaraan truck yang melindas pengendara motor.
Korban jiwa dua orang, seorang nenek dan anak berusia 5 tahun yang sedang membonceng sepeda motor. Kejadian yang kedua, pada Selasa (25/07/2023) kendaraan dump truck menyeruduk dua mobil dan satu pengendara motor. Satu korban meninggal dalam kejadian tersebut juga anak berusia 5 tahun.
Pihak Satlantas Polres Bojonegoro menyebut kecelakaan itu terjadi karena pengemudi dump truck kurang konsentrasi dan jarak sudah dekat sehingga terjadi kecelakaan. Kejadian tersebut kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. [lus/kun]
BACA JUGA:
Kecelakaan, Seorang Ibu di Bojonegoro Saksikan Balitanya Meninggal






