Bangkalan (beritajatim.com) – Rencana penerapan program boarding school untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bangkalan telah dikaji secara matang. Bahkan, saat ini rencana tersebut telah masuk dalam tahap pengajuan dana. Adapun dana yang diajukan sebesar Rp 6 miliar.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengajuan dana sebesar Rp 6 miliar untuk uji coba penerapan program tersebut. “Untuk uji coba pertama kita akan bangun di SMP 6 Bangkalan, nanti dilengkapi sarana dan prasaranya,” tuturnya, Minggu (27/2/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bangkalan”]
Program boarding school atau sekolah asrama nantinya akan berbasis agama. Sehingga, para siswa akan mendapatkan bekal pendidikan agama yang lebih. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penyeleksian tenaga pendidik. “Banyak yang perlu disiapkan, termasuk tenaga pendidik. Maka akan kami lakukan seleksi,” tambahnya.
Ia menyebut, penerapan program tersebut belum dapat dilakukan tahun ini. Dikatakan, program yang hampir menyerupai pondok pesantren itu direncanakan akan dilaksanakan tahun 2023. “Kami perlu persiapkan banyak hal dan ini perlu dilakukan secara matang. Meski ini akan diawali dengan ujicoba, namun nantinya hal itu menjadi acuan untuk penerapan selanjutnya di sekolah lain,” tegasnya.
Hal itu juga mendapat respon positif dari Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan. Ia mengatakan, mendorong rencana terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama. “Dengan perkembangan jaman seperti saat ini, pendidikan agama perlu diberikan secara extra. Sehingga kami mendorong adanya program tersebut,” tandasnya. [sar/suf]






