Surabaya (beritajatim.com) – Warga RT 4 RW 7 Kelurahan Dukuh Kupang, Surabaya, tak henti-hentinya mengeluhkan masalah banjir yang telah menghantui mereka selama puluhan tahun.
Setiap musim hujan, banjir menggenangi kawasan ini hingga setinggi 1,7 meter, memaksa warga untuk terus waspada dan membuat mereka merasa terpinggirkan dari perhatian pemerintah.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RT 4 RW 7, Katwiadi, saat reses yang dilakukan Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Alif Iman Waluyo, Senin (4/11/2024).
Katwiadi menuturkan bahwa warga sudah lelah menghadapi banjir yang seakan menjadi rutinitas tahunan.
“Sudah lebih dari 30 tahun kami di sini menghadapi banjir, setiap hujan deras kami selalu cemas. Air naik sampai dada orang dewasa, dan kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan warga,” ungkap Katwiadi.
Menanggapi sambatan warga, Alif Iman Waluyo menyebut Pemerintah kota (pemkot) Surabaya sudah mulai melakukan upaya perbaikan dengan memasang box culvert di wilayah tersebut. Namun, Alif menekankan bahwa pemasangan ini perlu diikuti dengan pemantauan rutin untuk memastikan bahwa upaya ini benar-benar efektif dalam jangka panjang.
“Saya sudah meminta dinas terkait agar selalu memantau kondisi Dukuh Kupang setelah pemasangan box culvert ini. Kita ingin memastikan bahwa warga bisa merasakan manfaat dari upaya ini dan terbebas dari ancaman banjir yang telah berlangsung bertahun-tahun,” kata Alif di hadapan warga.
Alif juga menambahkan bahwa perlu adanya evaluasi rutin terhadap infrastruktur drainase di wilayah tersebut, sehingga persoalan banjir dapat diatasi secara tuntas. Dia berjanji akan mengawal upaya-upaya ini agar keinginan warga untuk bebas dari banjir segera terwujud.
“Kita ingin memastikan agar ini bukan hanya penanganan sementara, tetapi benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi warga,” ujar Alif. [asg/ian]






