Kediri (beritajatim.com) – Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi melakukan kunjungan kerja ke MKSO Kebun Dhoho, Kediri, untuk memastikan kesiapan pasokan bahan baku tebu menghadapi musim giling 2026.
Kunjungan tersebut didampingi Senior Executive Vice President (SEVP) Operation Febri Ari Marpaung bersama jajaran General Manager pabrik gula wilayah Dhoho. Agenda ini difokuskan pada evaluasi program tanaman tebu guna menjamin kelancaran suplai bahan baku industri gula nasional.
Selain peninjauan lapangan, kegiatan juga diisi dengan aksi penghijauan melalui penanaman pohon di area kebun sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan lingkungan.
Direktur Utama SGN Mahmudi mengatakan MKSO Kebun Dhoho dikelola dengan penerapan operational excellence yang ditopang mekanisasi, digitalisasi proses, serta penguatan kultur teknis sehingga seluruh potensi lahan dapat dioptimalkan untuk mencapai produktivitas terbaik.
Ia menjelaskan target produksi gula nasional untuk mencapai swasembada gula dipatok sebesar 3,36 juta ton pada 2028, dengan produktivitas tebu minimal 80 ton per hektare dan rendemen 8 persen.
“Dan dikesempatan ini kami memastikan program berjalan dengan baik supaya target yang akan kita capai berjalan sesuai rencana untuk sukses program swasembada gula nasional,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager MKSO Kebun Dhoho Juniyanto menyebut kawasan tersebut mengelola lahan seluas 5.805,59 hektare yang terbagi dalam dua rayon, yakni Rayon Dhoho I seluas 2.055 hektare di Kecamatan Ploso Klaten serta Rayon Dhoho II seluas 1.295,5 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Blitar di Jawa Timur.
“Kami pastikan program berjalan dengan baik dan kami siap untuk sukseskan swasembada gula nasional,” pungkasnya. [nm/but]






