Pamekasan (beritajatim.com) – Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim menegaskan jika fair play dan respek dalam dunia kulit bundar alias sepakbola menjadi hal penting yang harus diprioritaskan.
Hal tersebut disampaikan menyusul penundaan laga Pekan Ke-24 BRI Liga 1 antara Persija Jakarta kontra Madura United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (9/2/2022). Laga yang dijadwakan kick off pukul 20:30 WIB akhirnya ditunda akibat ‘Serangan Covid-19‘.
“Kami harus menghormati respek tertinggi dalam olahraga, kemanusiaan dan kesehatan menjadi hal utama yang tidak dapat dihitung dengan apapun,” kata Direktur Utama PT PBMB, Zia Ul Haq Abdurrahim soal penundaan laga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pt-pbmb”]
Bahkan pria yang akrab disapa Habib Zia juga menyampaikan jika kondisi tersebut sempat dialami skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. “Madura United pernah mengalami situasi seperti yang dialami Persija,” ungkapnya.
Sebelumnya Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno menyampaikan penundaan pertandingan antara Persija kontra Madura United usai dilakukan emergency meeting yang melibatkan seluruh unsur terkait. Hasilnya jumlah pemain yang siap berlaga tidak memenuhi persyaratan sesuai regulasi kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.
Dengan penundaan tersebut, total dua laga berbeda Madura United tertunda akibat pandemi Covid-19. Sebab sebelumnya, laga antara Madura United kontra Persipura Jayapura, di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, juga ditunda karena alasan serupa. [pin/but]






