Jakarta (beritajatim.com) – Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, menginstruksikan seluruh petugas haji untuk menanamkan etos pelayanan total kepada jemaah sebagai prioritas tunggal di medan tugas.
Hal tersebut ditegaskan dalam pembukaan Training of Trainers (TOT) PPIH Arab Saudi dan PPIH Kloter di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (5/1/2026) dilansir Beritajatim.com dari laman resmi Kemenhaj.
Dirjen Puji menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji sangat bergantung pada pembentukan karakter petugas melalui tangan para fasilitator. Menurutnya, tidak boleh ada keraguan dalam menjalankan amanah karena peran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah memberikan dedikasi penuh bagi kenyamanan jemaah selama berada di tanah suci.
“Ketika sudah bertugas, tugas PPIH hanya satu, yaitu melayani jemaah. Etos pelayanan ini harus betul-betul ditanamkan dan diberikan kepada seluruh peserta diklat,” tegas Puji di hadapan para peserta TOT.
Sebagai penanggung jawab pembinaan teknis dan perumus kebijakan, Ditjen Bina PHU memegang mandat langsung untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap operasional.
“Bahwa Diklat PPIH yang akan datang merupakan langkah krusial yang standar mutunya dijaga ketat oleh para fasilitator melalui proses pelatihan ini,” lanjutnya.
Puji Raharjo juga menjabarkan empat pilar utama yang menjadi arah kebijakan penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M. Keempat pilar tersebut mencakup penyelarasan kebijakan pusat dengan kondisi lapangan, penguatan manajemen layanan yang terukur, optimalisasi perlindungan serta bimbingan ibadah, hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi antarpetugas.
Dalam instruksinya, Puji meminta agar pelatihan fasilitator tidak hanya fokus pada materi teknis, tetapi juga menyisipkan penanaman nilai-nilai inti petugas haji.
“Nilai-nilai seperti keikhlasan, disiplin, empati, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama agar setiap petugas memiliki jiwa pengabdian yang tinggi,” tegasnya.
Para fasilitator TOT diharapkan menjadi penjaga standar mutu nasional dan teladan profesionalisme bagi para calon petugas haji.
“Mereka memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan yang ditetapkan Ditjen Bina PHU terimplementasi dengan tepat tanpa ada salah tafsir di lapangan nantinya,” kata Dirjen Puji.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Haji dan Umrah RI menargetkan lahirnya fasilitator yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi praktik pelatihan efektif.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menjamin kualitas layanan haji tahun 2026 berjalan lebih bermakna dan terarah bagi seluruh jemaah Indonesia,” tutup Puji. [ian]






