Blitar (beritajatim.com) – Miftah Maulana Habiburrahman atau yang dikenal dengan Gus Miftah menantang agar debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) digelar dengan menggunakan bahasa inggris. Hal itu diungkapkan Gus Miftah untuk menjawab keraguan mengenai kapasitas Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres.
Menurut kiai nyentrik tersebut, Gibran Rakabuming Raka siap untuk menjalani debat Cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris. Kiai NU tersebut juga menyinggung bahwa dari 3 Cawapres saat ini, salah satunya kurang fasih berbahasa Inggris, tapi itu bukan Gibran.
“Saya tahu betul kualitas mas Gibran bagaimana kecerdasan seorang mas Gibran, bahkan saya menantang kalau bisa Calon Wakil Presiden debatnya pakai bahasa Inggris dan Mas Gibran siap, engko yo onok seng gak isok bahasa inggris blas yo onok (nanti ya ada yang gak bisa bahasa inggris ya ada),” cerita Gus Miftah, di depan ratusan kiai kampung se -Mataraman di Ponpes Pondok Al Kamal Kunir, Wonodadi Blitar.
Gus Miftah pun sangat yakin dengan kualitas dari Cawapres Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya tidak ada keraguan soal kecerdasan dari Gibran Rakabuming Raka.
Kiai NU itu menyebut orang yang meragukan sosok Gibran adalah mereka yang takut akan kapasitas dari putra Presiden RI, Joko Widodo. Selain cerdas, Gibran dinilai Gus Miftah memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi Wakil Presiden.
“Ada yang mengatakan Mas Gibran anak ingusan, la karo cah cilik ae awakmu wedi kok (Kamu sama anak kecil saja takut gitu), Dulu pak Karno bilang berikan aku sepuluh pemuda akan kuguncangkan dunia, sekarang satu pemuda dari Solo saja sudah geger,” imbuhnya.
Di hadapan ribuan kiai kampung dari Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Trenggalek, Gus Miftah pun bakal mengajak Gibran Rakabuming Raka untuk mondok di salah satu Ponpes. Langkah itu dilakukan, agar Gibran bisa menyerap aspirasi dari pondok pesantren. “Misalnya di Tambak Beras kita nginep disitu semalam bersama santri untuk menyerap aspirasinya,” tegasnya.
Gus Miftah pun meminta agar para kiai tidak meragukan ke NU-an dari Gibran. Kiai nyentrik itu kemudian menceritakan bahwa keluarga Jokowi memiliki pembimbing spiritualnya adalah Gus Karim. “Sehingga bapak-bapak nyuwon sewu, dengan alasan inilah saya mengajak kita semua untuk memantapkan diri untuk memilih nomor 2, sebaik-baik perkara yang tengah-tengah,” tutup Gus Miftah disambut tepuk tangan penonton. (owi/kun)






