Blitar (beritajatim.com) – Lahuri, Ketua RT di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengakui rumahnya dijadikan tempat syuting konten pengajian tukar pasangan. Video dibuat oleh Samsudin atau Gus Samsudin.
Saat dikonfirmasi, Lahuri menceritakan secara detail kronologi rumahnya dijadikan tempat syuting konten yang membuat resah khalayak itu. Ketua RT tersebut juga menceritakan bahwa dirinya diberikan uang Rp. 200 ribu usai tempatnya dijadikan lokasi syuting pengajian tukar pasangan.
“Betul, lokasinya di sini,” ujar Lahuri ditemui di rumahnya, Jumat (01/03/24).
Lahuri menjelaskan, orang yang mengajak Samsudin untuk membuat konten di rumahnya adalah anaknya sendiri. Karena kebetulan, anak Lahuri adalah salah satu tetangga Samsudin di Kecamatan Kademangan.
Meski begitu, Lahuri menjelaskan tidak tahu soal isi konten yang dibuat di rumahnya
“Saya bilang kalau mau membuat konten daripada di tempat lain di rumah saja tidak apa-apa. Karena kebetulan anak saya juga anak buah dia (Samsudin). Cuma mau bikin cerita apa, saya tidak tahu,” jelas Lahuri.
Rumah milik Lahuri itu dibuat untuk syuting konten YouTube selama tiga hari. Samsudin dan rombongannya datang setiap malam hari mulai pukul 22.00 WIB dan selalu selesai menjelang pagi.
“Kurang lebih ada 10 orang. Mulainya malam hari dan kami selaku pemilik rumah dikasih Rp 200.000 untuk ganti kopi jadi enggak disewa,” tuturnya.

Lahuri sendiri menyayangkan, dengan viralnya video yang beredar. Utamanya pandangan yang memuat konten menghalalkan untuk berganti pasangan itu.
Ia mengaku sudah beberapa kali didatangi polisi. Selain mengecek lokasi, polisi juga membawa banner yang dijadikan properti syuting konten Samsudin.
“Ya saya menyayangkan ya dengan viralnya video ini. Karena saya sendiri kan di sini ketua RT,” pungkasnya. [owi/but]






