Jakarta (beritajatim.com) – Diogo Moreira resmi memastikan diri sebagai juara dunia Moto2 2025 sekaligus membuka jalan menuju MotoGP pada 2026. Pembalap muda asal Brasil itu mengamankan gelarnya lewat strategi aman di putaran penutup musim di Valencia.
Memulai balapan dari baris ketiga, Moreira hanya membutuhkan finis di zona poin untuk menjauhkan ancaman rival utamanya, Manuel Gonzalez. Dengan selisih 24 poin sebelum start, Gonzalez berada dalam posisi nyaris mustahil: ia harus memenangi balapan dan berharap Moreira terlempar dari 14 besar.
Gonzalez sempat mendapat angin segar setelah merebut posisi kelima di kualifikasi, sementara Moreira memulai dari urutan kesembilan. Namun jalannya lomba tidak pernah memberinya ruang untuk mengejar skenario ideal. Gonzalez bertahan di sekitar lima besar selama sebagian besar balapan, tetapi tak mampu menekan para pemimpin lomba.
Memasuki sepertiga akhir, performanya merosot tajam. Ia disalip beberapa pembalap, termasuk Moreira, sebelum akhirnya masuk pit dengan empat lap tersisa dan mengakhiri balapan di posisi ke-22.
Sebaliknya, Moreira tampil tenang. Ia menjaga ritme, menghindari duel berisiko, dan memastikan tak terperangkap insiden pada dua tikungan pertama yang kerap krusial.
Setelah stabil di posisi sembilan besar hampir sepanjang balapan, ia akhirnya menyentuh garis finis di urutan ke-11—hasil yang cukup untuk mengunci gelar.
Raihan ini membuka jalan bagi kepindahannya ke kelas premier bersama LCR Honda pada musim 2026, sebuah keputusan yang sebenarnya telah lama beredar sebelum dikonfirmasi pabrikan Jepang tersebut bulan lalu.
Sementara perebutan gelar berlangsung di tengah rombongan, podium Valencia menjadi milik Izan Guevara. Ia memimpin sejak start dan mempertahankan posisinya meski mendapat tekanan dari Daniel Holgado di lap terakhir. Ivan Ortola mengisi podium ketiga setelah mengikuti keduanya hingga garis finis. (faw/but)






