Jakarta (beritajatim.com) – Marco Bezzecchi dari Aprilia mencatatkan waktu luar biasa 1 menit 28.809 detik untuk merebut pole position terakhir musim 2025 dalam kualifikasi MotoGP di Grand Prix Valencia, sekaligus memecahkan rekor putaran sirkuit.
Bezzecchi, yang sudah menunjukkan kecepatan impresif sejak sesi latihan pada hari Jumat, memasuki kualifikasi hari Sabtu sebagai salah satu favorit utama untuk meraih posisi terdepan. Meskipun sempat mengalami kesalahan di Q2, ia kembali tampil gemilang di putaran keduanya untuk memastikan posisi pole.
Sesi kualifikasi berlangsung ketat, dengan Alex Marquez (Gresini Ducati) hanya tertinggal 0,026 detik di posisi kedua, sementara Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) menempel di posisi ketiga dengan selisih hanya 0,044 detik. Lima pembalap teratas hanya terpisah 0,096 detik di akhir sesi.
Drama terjadi di sesi kualifikasi saat Pedro Acosta, yang tampil cepat di sesi latihan hari Jumat, mengalami kecelakaan menjelang akhir FP2. Meskipun motornya rusak, tim KTM berhasil memperbaiki kendaraan Acosta, yang kemudian melanjutkan ke Q2 dengan dua motor RC16. Namun, waktu terbaik Acosta, 1m29.298s, segera terlampaui oleh Alex Marquez, yang mencatatkan waktu 1m28.967s.
Bezzecchi sendiri sempat menghadapi masalah pada putaran terbang keduanya, di mana rem motornya tiba-tiba patah di Tikungan 2. Kejadian ini memaksanya keluar dari jalur dan membuatnya terpelanting ke kerikil. Posisi tersebut menempatkannya lebih jauh ke belakang, meningkatkan tekanan untuk putaran keduanya.
Namun, pembalap Aprilia itu bangkit dengan luar biasa. Di putaran keduanya, Bezzecchi mencatatkan waktu tercepat 1m28.809s, yang akhirnya tidak terkejar hingga sesi berakhir, memastikan ia mengamankan posisi pole.
Alex Marquez menempati posisi kedua dengan Ducati GP24, diikuti oleh Fabio Di Giannantonio di posisi ketiga, terpaut hanya 0,018 detik. Raul Fernandez, yang berhasil lolos dari Q1, meraih posisi keempat, sementara Acosta terpaksa puas di posisi kelima setelah gagal meraih pole.
Fabio Quartararo (Yamaha) berada di posisi keenam, diikuti oleh Franco Morbidelli (Ducati VR46) di posisi ketujuh. Jack Miller (Pramac Ducati) dan Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) melengkapi barisan ketiga.
Joan Mir, yang membalap untuk tim pabrikan Honda, hanya mampu menempati posisi ke-10, sementara Johann Zarco dan Ai Ogura masing-masing menempati posisi ke-11 dan ke-12.
Pecco Bagnaia (Ducati), salah satu pembalap terkuat, menghadapi masalah teknis di Q1 yang menyebabkan sesi latihan terhenti. Alhasil, ia terpaksa turun ke posisi ke-16, tertinggal di belakang Brad Binder (KTM), Aleix Espargaro (Honda), dan Luca Marini (VR46 Ducati).
Jorge Martin, juara dunia 2024 dari Aprilia, tampil mengesankan di Q2 meski memulai balapan dari posisi ke-17. Namun, Martin dikenakan penalti dua putaran panjang yang harus dijalaninya di grand prix. (faw/but)






