Jember (beritajatim.com) – Dinas Sosial Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyelidiki 2 makam misterius yang terjepit di antara 2 tembok eks kantor Kecamatan Tanggul. Pemerintah Kabupaten Jember akan mencari keluarga terkait dua makam itu.
Dua makam itu ditemukan Karyono, seorang tukang parkir, saat membersihkan bangunan yang terletak di Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, tersebut, Minggu (9/6/2024). Di dua nisan tersebut tertulis ‘Pejuang 45’ dengan nama masing-masing Soedjono dan Soleman.
Kepala Dinsos Jember Akhmad Helmi Luqman berkoordinasi dengan TNI Komando Distrik Militer 0824 dan Kantor Administrasi Veteran (Minvet) Jember untuk mengetahui identitas dua jenazah yang dimakamkan di sana. “Ternyata di Minvet, nomor register yang ada di situ (makam) ternyata tidak tercantum atau tidak teregister,” katanya, Kamis (20/6/2024).
Helmi kemudian berkoordinasi dengan TNI Komando Rayon Militer dan Kepolisian Sektor Tanggul untuk mencari keluarga jenazah. “Kami berikan waktu satu bulan untuk keluarga menghubungi kami, Kodim, Koramil, Minvet, Kecamatan, atau Polsek, apabila ingin mengonfirmasi kepada kami untuk bersama-sama memindahkan,” katanya.
Berdasarkan keterangan awal dari dua bekas pegawai kantor Kecamatan Tanggul, mereka sama sekali tidak pernah tahu ada makam tersebut. “Kantor Kecamatan Tanggul ini sejak 1984 sudah ada, dan kantor Kecamatan Tanggul menempati lokasi baru sekitar 1990-an. Di eks kantor ini juga pernah dijadikan kantor PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum),” kata Helmi.
Jika dalam waktu sebulan tidak ada pihak yang menghubungi atau pemerintah gagal menemukan keluarga terkait dua makam itu, maka dua jenazah tersebut akan dipindahkan ke tempat pemakaman umum. “Kenapa kok bukan di taman makam pahlawan? Karena ada peraturan tersendiri untuk yang dimakamkan di taman makam pahlawan, seperti punya bintang jasa dan pejuang 45,” kata Helmi.
Keterangan Pejuang 45 yang tertulis di dua nisan makam itu dinilai tidak cukup kuat sebagai bukti status kepahlawanan, karena nomor registernya tidak tercantum di Minvet. “Saya juga aneh kok nisannya berbentuk marmer. Ketika dibersihkan kok cepat bersih. Kalau sudah lama kan (kotoran yang menempel) sulit dibersihkan,” kata Helmi. [wir]






