Kediri (beritajatim.com) – Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri mendesak seluruh koperasi untuk melakukan Rapat Anggota Tahun (RAT) tutup Buku 2022.
Pasalnya, hingga kini masih ada koperasi yang bercokol di Kota Kediri yang belum melakukan RAT, padahal sebagai bentuk pertanggung jawaban pengurus koperasi kepada anggota.
Kepala Dinas Koperasi dan UMTK, Bambang Priyambodo menjelaskan pentingnya esensi dari pelaksanaan RAT. Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pengurus kepada seluruh anggota, sekaligus untuk merancang Program kerja satu tahun ke depan.
Untuk mewujudkan koperasi yang sehat dan meningkatkan kapasitas serta kualitasnya, Dinkop UMTK Kota Kediri pun melakukan pembinaan dan pendampingan kepada koperasi dalam persiapan RAT 2022.
RAT adalah pertanggungjawaban pengurus kepada anggotanya, untuk itu kita berikan pendampingan agar koperasi yang kita bina nantinya secara pelaporan, ketertiban dan legalitas bisa sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Bambang Priyambodo saat membuka pelatihan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Dalam mendampingi seluruh koperasi yang ada di Kota Kediri ini, Dinkop UMTK menerjunkan tim sejumlah 8 orang. Tim akan mendampingi secara periodik untuk mmengetahui perkembangan koperasi baik dari sisi kelembagaan, organisasi, keuangan, dan usahanya.
“Kegiatan pendampingan dan penyuluhan kita berikan secara berkala dan hari ini kita lakukan pendampingan ke Kopwan Puspita Kencana Bawang, Kopwan Puspita Kencana Pakunden, Koperasi Barokah Erwe Empat Mojoroto dan Koperasi Masako RW 02 Banjarmlati,” tambahnya.
Dinkop UMTK mengimbau bagi koperasi yang belum melaksanakan RAT agar segera melaksanakannya. Selain itu, masukan dan evaluasi juga ia sampaikan demi kemajuan koperasi di Kota Kediri di masa yang akan datang.
“Beberapa saran dan masukan juga kita sampaikan agar ke depan semakin banyak KSP atau USP serta koperasi RW di Kota Kediri yang memiliki NIK (Nomor Induk Koperasi) serta NIB (Nomor Induk Berusaha). Selain itu jumlah KSP/USP, Koperasi RW, Kopwan dan Kopwan Syariah yang melaksanakan RAT juga semakin banyak,” jelasnya.
Bambang berharap dengan adanya kegiatan tersebut salah satu program unggulan Pemkot Kediri tahun 2023 yakni Pengembangan Usaha Koperasi RW bisa terwujud serta dapat meningkatkan jumlah koperasi yang aktif.
“Dengan pendampingan dan pembinaan yang kita lakukan semoga koperasi yang sudah terbentuk, dapat lebih aktif, sehat dan dapat melaksanakan kegiatan perkoperasian secara benar sesuai ketentuan,” tambahnya.
“Selain itu, dengan memberdayakan koperasi sama artinya dengan memberdayakan masyarakat yang akhirnya dapat memberdayakan perekonomian nasional,” pungkasnya.
Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri menyebutkan, jumlah koperasi di Kota Kediri cukup banyak mencapai ratusan.
Dikutip beritajatim.com dari BPS, jumlah koperasi menurut jenis dan kecamatan di Kota Kediri pada 2016, di Kecamatan Mojoroto mencapai 186 koperasi, Kecamatan Kota 287 koperasi, dan Kecamatan Pesantren 139 koperasi.
Jumlah keseluruhan di Kota Kediri sebanyak 612 koperasi (data BPS 2016). Terdiri dari KUD sebanyak 3, KPR sebanyak 3, KOPKAR 50 dan lainnya sebanyak 556 koperasi. [nm/but]






