Sumenep (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep tengah gencar menemukan penderita baru tuberkulosis (TBC) di wilayah setempat.
“Di Sumenep ini sifatnya penemuan kalau kasus TBC. Jadi teman-teman di Puskesmas berkoordinasi dengan berbagai pihak, untuk menemukan penderita baru. Mereka ini yang menjadi target untuk diobati,” kata Kepala Dinkes P2KB, drg Ellya Fardasah, Senin (10/11/2025).
Berdasarkan data, jumlah penderita TBC di Sumenep pada 2023 tercatat sebanyak 2.556 kasus, kemudian 2024 naik menjadi 2.589 kasus, dan hingga akhir Oktober 2025 telah ditemukan 2.294 kasus.
“Kami memang harus melakukan percepatan temuan dan penanganan penderita baru TBC. Ini untuk mencapai eliminasi TBC tahun 2030,” terangnya.
Menurut Ellya, untuk penanganan TBC yang paling penting adalah kesinambungan pengobatan, mengingat pengobatan TBC membutuhkan waktu berbulan-bulan.
“Harus rutin ya pengobatannya. Jadi yang paling penting itu ditemukan penderitanya, kemudian diobati. Kalau jumlah penderita baru yang ditemukan banyak, berarti yang diobati juga harus banyak,” ungkapnya.
Ia meminta masyarakat untuk waspada terhadap gejala TBC. Diantaranya batuk terus menerus selama dua minggu, kemudian panas di malam hari.
“Silahkan sampaikan pada petugas kami, karena kalau memang positif TBC, maka harus segera dilakukan pengobatan,” tandasnya. [tem/suf]






